Kawal Swasembada Lewat Sinkronisasi Data

Ilustrasi data.
Ilustrasi data.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian (PVTPP Kementan), Leli Nuryati, menyampaikan pentingnya penguatan benih unggul bermutu, pelestarian sumber daya genetik lokal, serta pengawalan program di lapangan sebagai pilar utama percepatan swasembada pangan.

Ia menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan prioritas strategis nasional yang tidak hanya bergantung pada perluasan tanam dan produktivitas, tetapi juga pada ketersediaan benih unggul bermutu serta pemanfaatan dan pelestarian sumber daya genetik lokal. Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat sebagai contohnya.

“Keberhasilan Sukabumi membuktikan bahwa sinergi lintas sektor, dukungan teknologi, penggunaan varietas unggul, serta pengawalan program yang konsisten dapat mendorong peningkatan produksi secara signifikan dan berkelanjutan,” ujar Leli.

Capaian produksi padi dan jagung Kabupaten Sukabumi di atas target yang ditetapkan menjadi prestasi tersendiri dan mendapat apresiasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Hal ini tidak terlepas dari dukungan bantuan benih, sarana produksi, alat dan mesin pertanian dari pemerintah pusat, serta kerja keras para penyuluh dan petani Kabupaten Sukabumi.

Sebagai informasi, pada tahun lalu, Kabupaten Sukabumi berhasil merealisasikan produksi padi dan jagung lebih tinggi dari target yang ditetapkan.

Selain itu, kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) padi Januari 2026 juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Januari 2025.

“Dukungan pusat melalui bantuan benih, alsintan, oplah, dan Brigade Pangan tetap berlanjut agar swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan. Pentingnya koordinasi dalam serapan gabah oleh Bulog serta peningkatan kualitas data pelaporan produksi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan," jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan II Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo.

Ia berharap melalui kegiatan diseminasi produksi ini terbangun komitmen dan kesepakatan yang lebih kuat serta berkelanjutan untuk mencapai kembali swasembada pangan pada tahun ini.

“Sinergi lintas sektor yang solid menjadi pondasi utama agar pembangunan pertanian Sukabumi semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.