Muncul Tren Mengoleskan Cuka di Pintu Rumah, Apa Manfaatnya?

Cuka putih yang biasanya digunakan untuk memasak, kini banyak digunakan untuk keperluan rumahan lain.
Beberapa penduduk dunia dari berbagai negara kini punya tren baru, yaitu menggunakan cuka untuk "memproteksi" rumah.
Jadi cuka putih akan disemprotkan ke bagian depan rumah, baik di teras maupun pintu rumah.
Banyak orang percaya, cuka putih bisa mengusir serangga sekaligus memperbaiki energi di sekitar pintu masuk rumah.
Praktik mengoleskan atau menyemprotkan cuka yang telah diencerkan di area pintu depan semakin populer dari waktu ke waktu.
Sebuah laporan Januari 2026 menjelaskan bahwa banyak orang mengoleskan cuka di kusen pintu untuk menghilangkan bau, menghalau hama, serta menggeser atmosfer rumah ke arah yang lebih positif.
Ritual ini banyak dibagikan oleh media Amerika Latin dan kini menyebar secara global melalui platform gaya hidup dan media sosial.
Lalu, apa manfaat cuka?
Manfaat cuka
Dilansir dari Indian Defence Review, pakar pengendali hama mulai menyoroti sifat kimia aktif cuka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka memiliki potensi pencegahan hama non-toksik yang didukung oleh mekanisme biokimia sederhana.
Cuka putih umumnya mengandung 5 hingga 8 persen asam asetat, senyawa dengan sifat antimikroba dan pengusir serangga.
Dilansir dari Today's Homeowner, cuka dapat mengganggu jejak feromon yang digunakan semut untuk bernavigasi dan mengoordinasikan aktivitasnya. Ketika jejak aroma ini terganggu, semut sering kali kehilangan arah dan gagal kembali ke area yang telah ditandai.
Laba-laba juga terdampak. Sumber yang sama menyebutkan bahwa cuka bertindak sebagai pengusir, sekaligus jika berkontak langsung, dapat mematikan laba-laba berukuran kecil.
Nyamuk, yang sangat sensitif terhadap bau menyengat, cenderung menghindari area yang baru disemprot larutan cuka.
Cara mencegah hama dengan cuka
Cara yang paling umum dilakukan adalah mencampur cuka dan air dengan perbandingan sama, lalu mengoleskan atau menyemprotkan larutan tersebut pada lis lantai, ambang jendela, dan kusen pintu.
Metode ini disukai karena sederhana dan memberikan efektivitas jangka pendek di ruang tertutup atau semi-tertutup.
Meski tidak dapat menggantikan jasa pengendalian hama profesional untuk kasus serius, cuka menawarkan solusi sementara yang terjangkau dan mudah diakses oleh sebagian besar rumah tangga.
Namun, larutan ini cepat menguap sehingga efektivitasnya terbatas, sekitar 30 hingga 120 menit tergantung suhu dan sirkulasi udara.
Adakah efek negatif dari cuka?
Ilustrasi cuka putih. Ketahui manfaat dan risiko cuka putih untuk mengusir hama.
Meski bermanfaat mencegah dan mengusir hama tertentu, termasuk lalat buah, tapi aroma cuka ternyata juga bisa menarik hama lain.Diketahui, aroma manis hasil fermentasi cuka menyerupai aroma buah yang terlalu matang, sehingga dapat menarik lalat buah.
Hal ini bisa digunakan untuk memerangkap lalat. Caranya, campur cuka dengan sabun cuci piring dalam wadah dangkal dan letakkan di area dapur. Campuran ini merusak tegangan permukaan air dan menyebabkan serangga tenggelam.
Namun, sifat yang membuat cuka apel efektif dalam konteks ini juga dapat menarik spesies yang tidak diinginkan, seperti kutu daun dan lalat jamur.
Pakar menekankan, cuka tidak selalu efektif untuk semua jenis hama dan dapat memperburuk masalah jika digunakan tanpa memahami jenis serangga yang dihadapi.
Karena itu, para pengendali hama menekankan pentingnya penggunaan yang tepat sasaran.
Mengaplikasikan cuka untuk mengendalikan semut atau laba-laba dapat memberikan hasil positif, tetapi penggunaan di kebun atau dapur tanpa penempatan yang hati-hati justru bisa menarik serangga lain yang tidak terpengaruh oleh asam asetat.
Jenis permukaan juga perlu diperhatikan.
Cuka tidak boleh digunakan pada batu alam, seperti marmer atau granit, karena asamnya dapat menyebabkan pengikisan.
Cuka juga tidak boleh dicampur dengan pemutih atau produk berbahan dasar klorin, karena kombinasi ini menghasilkan gas beracun.
Penggunaan yang keliru pada lantai kayu atau laminasi juga dapat merusak lapisan pelindungnya seiring waktu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang