Kasus Mengejutkan: Dua Saudari Diculik Setelah Berkenalan Pria di Roblox

Ilustrasi penculikan.
Ilustrasi penculikan.

 Dua saudari remaja berusia 12 dan 15 tahun berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh pihak berwenang setelah dilaporkan diduga diculik oleh seorang pria berusia 19 tahun yang mereka temui melalui platform permainan daring Roblox dan berkomunikasi melalui Snapchat.

Peristiwa ini menarik perhatian nasional di Amerika Serikat dan kembali menjadi peringatan tentang risiko keamanan anak di dunia maya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi penculikan

Pada Senin, pihak Martin County Sheriff’s Office mengumumkan bahwa kedua anak itu kini telah ditemukan oleh Georgia State Highway Patrol setelah sebuah kendaraan yang dikaitkan dengan tersangka berhasil dilacak dan dihentikan.

Sheriff John Budensiek menyatakan bahwa anak-anak tersebut tampak dalam kondisi fisik yang baik dan tidak terluka secara serius saat ditemukan.

Alur Kejadian dan Penyelidikan

Menurut otoritas setempat, kedua gadis itu dilaporkan hilang pada Sabtu malam setelah meninggalkan rumah tanpa izin orang tua.

Sebelumnya, pada hari yang sama, orang tua mereka telah mengambil ponsel kedua anak itu sebagai bentuk hukuman karena pergi ke taman tanpa izin. Namun, mereka kemudian pergi dari rumah untuk bertemu dengan pria yang telah lama mereka kenal secara online.

Pihak keluarga kemudian memberi tahu pihak berwenang tentang seseorang yang mereka curigai setelah menyadari komunikasi melalui Snapchat dan Roblox yang telah terjadi sejak Musim Panas 2025.

Ketika penyidik memeriksa perangkat milik kedua anak itu, ditemukan rangkaian komunikasi yang intens antara tersangka dan kedua gadis tersebut, termasuk rencana bertemu yang dilakukan tersangka yang datang dari Omaha, Nebraska ke Indiantown, Florida.

Sheriff Budensiek menegaskan, meskipun kedua anak itu pergi “dengan sukarela”, usia mereka yang masih muda membuat situasi tersebut diperlakukan sebagai penculikan yang serius.

Ia menyebutkan bahwa tindakan tersangka tampaknya telah mencerminkan pola grooming atau pendekatan manipulatif yang bertujuan mendapatkan kepercayaan dan kedekatan anak-anak melalui hadiah dan perhatian di dunia maya.

Tersangka & Tuntutan Hukum

Pria yang diduga melakukan penculikan tersebut diidentifikasi sebagai Hser Mu Lah Say, seorang warga negara Amerika berusia 19 tahun dari Omaha, Nebraska.

Ia kini telah ditangkap dan ditahan di Georgia. Ia menghadapi dua dakwaan penculikan dan dua tuduhan gangguan terhadap hak asuh anak di wilayah Martin County.

Dalam konferensi pers, Sheriff Budensiek menekankan pentingnya ketelitian orang tua dalam memantau penggunaan media sosial anak serta komunikasi daring mereka, terutama jika terjadi pertukaran pesan dengan orang yang tidak dikenal di dunia nyata.

Ia berkata bahwa meskipun belum jelas apa rencana tersangka, tindakan cepat pihak berwenang berhasil mencegah kemungkinan tragedi yang lebih serius.

Kejadian ini juga mendorong respons dari platform Roblox dan Snapchat. Perwakilan Roblox menyatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut dan berkomitmen mendukung penegak hukum dalam proses mereka.

Mereka menekankan adanya kebijakan keamanan yang kuat untuk melindungi pengguna muda, termasuk penyaringan informasi pribadi dan pembatasan beberapa fitur komunikasi.

Sementara itu, juru bicara Snapchat menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen perusahaan dalam memerangi eksploitasi anak di platform mereka.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Snapchat bekerja bersama otoritas hukum untuk mendukung penyelidikan dan terus meningkatkan fitur keselamatan.

Game Roblox

Game Roblox

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa penculikan yang melibatkan dua saudari remaja ini memberi pelajaran penting tentang bahaya komunikasi daring tanpa pengawasan, terutama pada platform permainan dan media sosial populer di kalangan anak-anak dan remaja.

Beruntung, respons cepat kepolisian dan jalur pelacakan yang efektif berhasil membawa kedua gadis tersebut kembali dalam kondisi aman, sementara tersangka kini menghadapi proses hukum.