Kerugian Rp8,2 T Akibat Penipuan Digital, Privy Raih iBeta Level 2
- Kerugian akibat penipuan digital di Indonesia mencapai angka fantastis, yakni Rp8,2 triliun hingga November 2025.
- Modus kejahatan siber kian canggih, melibatkan manipulasi biometrik dan teknologi deepfake.
- Privy berhasil meraih sertifikasi internasional iBeta Certification Level 2 untuk fitur Liveness Detection-nya.
- Sertifikasi ini memastikan verifikasi identitas tahan terhadap serangan spoofing tingkat lanjut.
Ancaman Rp8,2 Triliun: Evolusi Modus Penipuan Digital
Privy Amankan Verifikasi dengan iBeta Certification Level 2
Nitin Mathur, Chief Operation Officer (COO) Privy, menegaskan komitmen perusahaannya. "Keamanan pengguna menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, Privy percaya bahwa verifikasi identitas merupakan touchpoint utama dalam melindungi pengguna," jelasnya. Capaian ini membuktikan bahwa mereka berhasil memenuhi standar global yang ketat.
Mengapa Level 2 Penting untuk Liveness Detection?
Teknologi Liveness Detection yang Privy kembangkan berfungsi memastikan bahwa proses verifikasi hanya dapat dilakukan oleh individu nyata (real presence). Sistem ini akan menolak upaya manipulasi menggunakan foto, rekaman video, atau hasil deepfake.
Lolosnya pengujian iBeta Certification Level 2 menandakan bahwa sistem Privy teruji menghadapi skenario serangan (spoofing) yang kompleks. Pengujian ini meniru kondisi lapangan, mencakup variasi metode pemalsuan identitas dengan durasi dan kompleksitas yang menyerupai ancaman sebenarnya.