Diego Costa Kenang Sakit Didepak Conte yang Selalu "Marah"
Mantan striker Chelsea, Diego Costa, kembali mengenang saat-saat sulit ketika ia didepak oleh Antonio Conte, yang disebutnya sebagai sosok yang mudah marah.
Diego Costa bekerja sama dengan Conte di Chelsea pada kurun 2016-2018. Keduanya memiliki hubungan yang cukup baik pada awalnya.
Selama rentang itu, Diego Costa menjadi salah satu penyerang utama Conte dengan mencetak 22 gol dan membuat tujuh assist dalam 42 pertandingan.
Namun, ketegangan mulai muncul pada musim 2017-2018, yang akhirnya berujung pada keputusan Costa untuk meninggalkan Chelsea pada Januari 2018.
Penyebab utama dari kepergiannya adalah ketidakmauan Conte untuk mempertahankannya.
"Saya punya kesempatan untuk memperbarui kontrak saya, saya pergi berlibur, jadi saya mengirim pesan kepada manajer," kenangnya, dilansir dari Tuttomercatoweb.
"Saya ingin tahu apakah dia (Conte) bisa mengandalkan saya di musim berikutnya. Dia mengucapkan terima kasih ke saya, tetapi tak mau lagi mengandalkan saya," tambah Costa.
Antonio Conte mengontrol bola dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Napoli di stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 28 September 2025. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)
Diego Costa Tak Suka Dilatih Conte
Hal ini mendorong Costa untuk menghubungi Marina Granovskaia, petinggi Chelsea saat itu, namun sayangnya tidak ada solusi yang bisa ditemukan.
Dia pun merasa marah dengan perlakuan Conte, yang dianggapnya sebagai pelatih yang tak populer di mata pemain kala itu.
“Dia adalah seseorang yang tidak mempercayai orang lain dan menganggap dirinya tahu segalanya,” kata Costa dilansir dari Football Italia.
“Berlatih di bawah kepemimpinannya tidak menyenangkan. Dia selalu gugup, selalu marah.”
Conte Tak Lama di Chelsea
Karakter Conte tersebut disebut Costa adalah hal yang membuat sang pelatih tak awet bersama Chelsea.
Sang pelatih asal Italia hanya menghabiskan dua musim bersama The Blues, yakni pada 2016-2018.
“Tidak ada yang menghargainya, dan itulah mengapa dia tidak bertahan lama,” katanya.
“Tapi itu sudah masa lalu,” ucap pria kelahiran Brasil yang memutuskan memperkuat Timnas Spanyol tersebut.
Sebagai informasi, Costa merupakan salah satu penyerang tajam di era modern Chelsea.
Bergabung pada 2014 dari Atletico Madrid dengan biaya 38 juta euro. Ia mencatatkan 120 penampilan dan mengoleksi 59 gol serta 21 assis.
Diego Costa berkontribusi pada tiga gelar yang diraih Chelsea, yakni dua titel Liga Inggris dan sebuah trofi Piala Liga Inggris.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang