Prakiraan Cuaca BMKG Kaltim 17 Januari 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi cuaca Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang Sabtu (17/1/2026).
Beberapa kota/kabupaten di Kaltim diperkirakan akan berawan dan hujan ringan pada hari ini.
Dilansir dari laman resmi BMKG, berikut prakiraan cuaca Kaltim pada Sabtu, 17 Januari 2026:
- Paser diperkirakan akan berawan, dengan suhu berkisar 23-33 derajat Celsius.
- Kutai Kartanegara diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-33 derajat Celsius.
- Berau diperkirakan akan berawan, dengan suhu berkisar 22-31 derajat Celsius.
- Kutai Barat diperkirakan akan berawan, dengan suhu berkisar 23-32 derajat Celsius.
- Kutai Timur diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-31 derajat Celsius.
- Penajam Paser Utara diperkirakan akan berawan, dengan suhu berkisar 22-32 derajat Celsius.
- Mahakam Ulu diperkirakan akan cerah berawan, dengan suhu berkisar 22-31 derajat Celsius.
- Kota Balikpapan diperkirakan akan udara kabur, dengan suhu berkisar 24-31 derajat Celsius.
- Kota Samarinda diperkirakan akan berawan, dengan suhu berkisar 23-31 derajat Celsius.
- Kota Bontang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-30 derajat Celsius.
Peringatan pasang laut tinggi wilayah Kaltim
BMKG memperingatkan potensi pasang laut setinggi 2,7-2,9 meter di pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 19 - 20 Januari 2026.
"Pasang laut bisa menyebabkan sejumlah hal, seperti banjir rob, tambak terendam, dan sejumlah dampak lainnya," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani di Balikpapan, Kamis (15/1/2026).
Dikutip dari Antara, kawasan yang diprakirakan mengalami pasang laut tinggi tersebut antara lain di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan pasang tertinggi 2,8 meter.
Diperkirakan, pasang air laut tinggi tersebut terjadi pada 19 Januari pukul 19.00 Wita, sementara surut terendah 0,5 meter pada 20 Januari pukul 02.00 dan 13.00 Wita.
BMKG memberitakan peringatan dini ini karena di sekitar kawasan Pulau Nubi, terutama di Muara Pantauan, banyak terdapat tambak udang dan kepiting milik warga yang aktif.
Kawasan lain yang berpotensi terdampak adalah di perairan Balikpapan, dengan pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 20 Januari dengan ketinggian 2,9 meter pada pukul 20.00 Wita.
Sedangkan prakiraan surut terendah 0,4 meter terjadi pada 20 Januari pada pukul 12.00 Wita
Di perairan Balikpapan sendiri, setidaknya terdapat lima kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surut air laut.
Kawasan itu adalah Samboja dan Samboja Barat (Kabupaten Kutai Kartanegara), Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
Pada lima kawasan pesisir ini, menurut Carolina, banyak terdapat tambak yang masih aktif.
Sehingga ketika terjadi pasang laut tinggi, dikhawatirkan budi daya warga, seperti udang, ikan, maupun kepiting, bisa hilang terdampak arus laut.
Peringatan dini tak hanya ditujukan ke kawasan tambak, namun juga kawasan permukiman dekat pantai.
"Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas sosial di kawasan pesisir, bahkan bisa jadi air laut masuk permukiman warga yang dekat pantai, termasuk membahayakan anak-anak yang bermain di pantai," kata Carolina.
Peringatan dini juga disampaikan untuk warga di sejumlah kawasan pesisir lain, seperti di muara Sungai Berau dan sekitarnya.
Di kawasan ini, potensi pasang tertinggi 2,7 meter terjadi pada 20 Januari pukul 21.00 Wita, dengan surut terendah setinggi 0,4 meter pada 20 Januari pukul 15.00 Wita.
Kemudian di Teluk Sangkulirang dengan pasang tertinggi diperkirakan 2,8 meter pada 20 Januari pukul 20.00 Wita, sedangkan surut terendah 0,3 meter pada 20 Januari pada pukul 13.00 Wita.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang