Penjualan Honda 2025 Turun Hingga 30 Persen, Ini Penyebabnya

 Penjualan mobil di Indonesia pada 2025 mengalami masa yang sangat menantang. Sejumlah pabrikan mengalami koreksi termasuk Honda.

Produsen asal Jepang ini tercatat hanya menjual 71.233 unit sepanjang 2025. Jumlah turun 31.790 unit atau sekitar 30,9 persen dari sebelumnya yang mencapai 103.023 unit.

Meski terpukul, Honda masih menjadi pabrikan kendaraan roda empat terlaris ketiga di Indonesia. Mereka menguasai 11,6 persen pasar mobil nasional.

Penjualan terbesar mereka tercapai pada Desember 2025 yaitu sebesar 7.008 unit. Sedangkan permintaan terendah terjadi pada April yang hanya sebanyak 4.539 unit.

Penjualan mobil Honda

Tak hanya retail, penurunan juga terlihat pada sisi wholesales. Selama 2025, Honda hanya mengirim 56.500 unit dari pabrik ke diler.

Jumlah itu turun 38.242 unit atau sekitar 40,4 persen dari pencapaian mereka di 2024. Ketika itu Honda berhasil mencatat angka 94.742 unit.

Pengiriman terbesar Honda dari pabrik ke diler terjadi pada Februari yang ketika itu mencapai 8.757 unit. Sementara untuk wholesales terendah adalah April karena hanya 3.000 unit yang berhasil dilepas.

Honda pun menjadi penutup lima besar pabrikan dengan wholesales terbesar di Indonesia.

“Sepanjang 2025 penjualan Honda terdampak kondisi pasar otomotif yang masih menantang. Kemudian memasuki 2026, kami akan terus memantau perkembangan pasar serta menjalankan strategi lebih fleksibel,” ungkap Yusak Billy,  Sales & Marketing and After Sales Director Honda Prospect Motor pada KatadataOTO (16/01).

Honda City Hatchback
Dirinya pun mengungkap siap meluncurkan beberapa produk baru di Tanah Air. Dengan demikian diharapkan penjualan bisa mengalami perbaikan.

“Kami menyiapkan penyegaran produk di berbagai segmen, melanjutkan roadmap elektrifikasi sesuai kebutuhan konsumen Indonesia serta memperkuat penjualan dan layanan purna jual agar tetap relevan dan kompetitif,” tambahnya kemudian.

Komitmen ini dipercaya bisa memberi dampak positif terhadap penjualan Honda di 2026. Pasalnya pabrikan mobil yang masuk ke Indonesia masih terus bertambah sehingga pesaingan semakin ketat.