Cerita Calon Pengantin di Garut, Gagal Nikah karena WO Menghilang Tanpa Kabar

Masagi Wedding Organizer, Garut, Cerita Calon Pengantin di Garut, Gagal Nikah karena WO Menghilang Tanpa Kabar, Korban: Antara Malu dan Harapan yang Kandas, Total Kerugian Mencapai Rp 549 Juta, Polisi Mulai Terima Laporan Aduan, Pelaku Pura-pura Hilang di Angkutan Umum?

Mimpi indah puluhan calon pengantin di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk melangsungkan pernikahan impian berubah menjadi mimpi buruk.

Pasalnya, sebuah jasa perencana pernikahan atau Wedding Organizer (WO) bernama Masagi Wedding Organizer diduga melakukan penipuan massal yang menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kasus ini mencuat dan viral di media sosial setelah para korban, baik dari pihak calon pengantin maupun vendor, mulai bersuara terkait hilangnya tanggung jawab dari pihak pengelola WO tersebut.

Korban: Antara Malu dan Harapan yang Kandas

Salah satu korban yang merasakan dampak paling berat adalah K (25). Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi momen paling bahagia dalam hidupnya pada akhir Desember 2025 lalu justru gagal total.

Hal ini terjadi lantaran terduga pelaku berinisial AM (27), pemilik Masagi WO, menghilang tanpa kabar menjelang hari h.

K mengaku mengalami tekanan psikologis yang besar akibat kejadian ini, mengingat segala persiapan sudah dirancang jauh-jauh hari.

"Kalo ditanya malu ya pasti malu. Saya menunggu itikad baik dulu dari dia, kalo tetap mentok ya terpaksa ikut lapor polisi," ungkap K dengan nada getir saat memberikan keterangan terkait nasib pernikahannya.

Hingga saat ini, K dan puluhan korban lainnya masih dihantui ketidakpastian mengenai uang yang telah mereka setorkan kepada pihak Masagi WO.

Total Kerugian Mencapai Rp 549 Juta

Berdasarkan pendataan mandiri yang dilakukan melalui grup komunikasi WhatsApp bernama "Korban Masagi", jumlah orang yang merasa dirugikan mencapai 40 orang.

Total kerugian sementara yang tercatat sangat fantastis, yakni mencapai Rp 549.437.500.

Adapun rincian kerugian tersebut terbagi menjadi dua kelompok besar:

  • Kerugian Klien (Calon Pengantin): Mencapai Rp 421.757.500.
  • Kerugian Vendor (Fotografer hingga Dekorasi): Mencapai Rp 127.680.000.

Tak hanya calon pengantin, para pelaku usaha industri pernikahan pun turut terdampak.

H (29), seorang vendor fotografer asal Garut, menyebutkan bahwa hak-hak mereka tidak dibayarkan meski pekerjaan sudah dilakukan.

"Kami juga jadi korban, hingga ada satu kegiatan kami tidak datang karena hak kami belum diterima sebelumnya," ujar H. Imbasnya, sejumlah foto pernikahan klien terpaksa ditahan karena belum adanya pelunasan dari pihak WO.

Polisi Mulai Terima Laporan Aduan

Pihak kepolisian telah bergerak menindaklanjuti laporan warga. Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, membenarkan adanya aduan terkait dugaan penipuan Wedding Organizer ini.

"Yang jelas sudah ada laporan aduan, Masagi WO. Hingga sore ini ada tiga korban yang melapor ke Mapolres Garut, sementara yang lain masih melengkapi bukti," ujar AKP Joko Prihatin, Senin (12/1/2026).

Senada dengan hal tersebut, Humas Polres Garut Ipda Susilo Ady menambahkan bahwa proses pendataan korban masih terus berlangsung sembari mengumpulkan bukti-bukti penguatan laporan.

Pelaku Pura-pura Hilang di Angkutan Umum?

Hal yang mengejutkan adalah fakta bahwa sebelum kasus ini meledak, terduga pelaku AM sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 20 Desember 2025 dalam perjalanan Garut-Bandung.

Kabar hilangnya AM sempat viral di Facebook dan TikTok.

Keluarganya mengunggah narasi bahwa AM pingsan di dalam kendaraan umum (Elf) karena mengidap penyakit lambung (GERD) dan gangguan kecemasan.

"Adik saya HILANG dari tadi malam... kemungkinan pingsan di dalam Elf. Keadaan sendirian di dalam Elf yang digunakan tidak sampai ke CICAHEUM," tulis sang kakak, Sifa N, dalam unggahan media sosial saat itu.

Namun, hilangnya AM kini diduga kuat hanyalah sebuah modus untuk melarikan diri dari tanggung jawab.

Seiring dengan menghilangnya AM, akun Instagram resmi @masagi.organizer sudah tidak dapat diakses, sementara akun pribadi milik pelaku kini dikunci secara privat.

Kakak kandung AM, Sifa N, mengaku pihak keluarga juga merasa terkejut dengan banyaknya calon pengantin yang menghubungi mereka setelah unggahan kehilangan tersebut viral.

"Waktu saya unggah kehilangan adik saya, baru catin (calon pengantin) banyak yang menghubungi, kami keluarga juga syok," katanya.

Sifa mengeklaim keluarga berniat kooperatif dan sudah berkomunikasi dengan sekitar 21 calon pengantin untuk mendata kerugian.

"Aku juga berharap ya adiku ngabarin ke keluarga, kami juga pasti ngerangkul, apalagi acaranya kan belum terlaksana jadi masih bisa diselamatin," tandasnya.

Kini, nasib puluhan pernikahan di tahun 2026 yang dikelola oleh Masagi WO berada di ujung tanduk, menunggu kepastian hukum dan keberadaan AM yang masih misterius.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 3 Korban Masagi WO Garut Lapor Polisi, Keluarga Pelaku Buka Suara, Vendor Fotografer Ikut Kena Imbas

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang