Membongkar Momen Emas Ramadan
Telkomsel Enterprise menerbitkan whitepaper “DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan”, sebuah panduan berbasis data untuk membantu brand atau merek dan pelaku bisnis menyusun kampanye Ramadan yang lebih relevan, presisi, dan berdampak.
Mengacu pada insight dari Ramadan 2025, engagement pelanggan meningkat hingga 112 persen dibanding hari biasa, di antaranya didorong oleh aktivitas social media (+3% YoY), belanja online (+8% YoY), serta layanan keuangan (+8% YoY). Strategi pemasaran digital-first menjadi semakin krusial, terutama bagi brand menjelang Ramadan 2026.
Vice President Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, Arief Pradetya, menyebut kekuatan kampanye bukan hanya tentang seberapa luas pesan tersampaikan, tetapi juga seberapa relevan dan bermakna pesan tersebut bagi audiens.
"Kami ingin membantu pelaku industri memaksimalkan peluang di tengah kompleksitas perilaku konsumen digital yang terus berkembang," katanya di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurut Arief, whitepaper Telkomsel Enterprise menyoroti bahwa banyak brand masih bisa lebih maksimal pilih waktu beriklan, terutama di momen-momen spesifik (micro-moments) yang jadi puncak trafik digital. Tiga waktu terbaik yang direkomendasikan:
- Sahur (03:00-05:00): aktivitas digital naik >87% dan trafik TV naik >88 persen.
- Zuhur (11:00-14:00): lonjakan browsing dan akses social media.
- Buka Puasa (16:00-19:00): engagement tertinggi untuk belanja dan hiburan.
Berdasarkan 8,7 juta click/tap dari analisis kampanye Ramadan 2025, audiens dengan konversi tertinggi didominasi oleh:
- 94 persen beragama Islam, dari persona kalangan Milenial (39%), Gen X (29%), dan Gen Z (23%),
- tersebar di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara,
- aktif media sosial (58%), rutin belanja online (17%), dan pengguna layanan keuangan (14%).
Dari sisi perilaku belanja, lebih dari 54 persen konsumen meningkatkan pengeluaran dengan rata-rata belanja Rp3,5-7 juta, terutama untuk bahan masak (60%) dan makanan siap saji (50%).
Namun, pilihan kanal belanja tetap terbagi: 64 persen berbelanja online, sementara 36 persen masih memilih offline, memperkuat kebutuhan strategi omni-channel yang konsisten di semua titik interaksi.
Untuk memaksimalkan penyampaian pesan selama Ramadan 2026, brand dapat melakukan pendekatan 360° omni-channel melalui berbagai kanal dan format iklan yang tersedia melalui DigiAds, antara lain:
- Seamless Digital Channels: Programmatic Ads, Display Ads, Rewards, IPTV & Messaging, WABA (WhatsApp Business API), hingga media sosial.
- Posko Mudik Telkomsel: tersebar di berbagai titik jalur mudik dan arus balik se-Indonesia untuk menjangkau audiens secara off-air.
- Kemitraan Baru dengan Meta: kemampuan audience targeting lintas platform social media global untuk menjangkau audiens lebih luas dan secara presisi.
Dalam komitmen Telkomsel menjaga privasi data pelanggan, seluruh insight diolah dan disusun secara agregat dengan data telah dianonimkan, tanpa informasi identitas personal (PII).
Telkomsel menerapkan pengolahan data berprinsip privacy-by-design, mematuhi standar dan regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.
"Dengan data insight dan solusi digital yang terintegrasi dari Telkomsel, kami berkomitmen membantu pelaku industri menenun strategi pemasaran dan membawakan pertumbuhan nyata selama Ramadan 2026," tegas Arief.