Ada-ada Saja Kelakuan Bobrok Pemain Liga 4, Lawan Mau Selebrasi Malah Ditekel dan Dihajar
Kabar buruk kembali datang dari kasta terbawah sepakbola Indonesia, Liga 4. Kekerasan, tampaknya menjadi pemandangan yang hampir biasa terjadi pada pertandingan.
Pencinta sepakbola nasional pasti belum lupa. Baru baru ini, rangkaian tendangan horor terjadi di Liga 4 Jawa Timur dan DIY. Pelakunya pun kini sudah disanksi, tak ada lagi harapan untuk jadi pemain profesional karena Komdis PSSI memberikan sanksi larangan beraktivitas di sepakbola seumur hidup.
Alih-alih jadi pelajaran, tampaknya para pemain Liga 4 Indonesia tak ada kapoknya. Kali ini, kekerasan terjadi di LIga 4 Jawa Tengah saat pertandingan Persibara Banjarnegara melawan Persak Kebumen di Stadion Soemitro Kolopaking, Banjarnegara.
Dalam video viral di media sosial, aksi brutal pemain tuan rumah yang melakukan tekel berbahaya kepada lawan. Yang bikin geleng-geleng adalah, tekel tersebut bukan saat duel bola, melainkan ketika sang pemain lawan hendak merayakan gol.
Momen itu bermula dari serangan Persak Kebumen melalui sisi kanan. Fahrizal Galuh menerima umpan lambung, mengontrol bola dengan apik, lalu menusuk ke area pertahanan Persibara. Ia sukses melewati satu pemain, kemudian kembali lolos dari adangan lainnya saat memasuki kotak penalti.
Melihat celah terbuka, Fahrizal melepaskan tembakan keras. Bola bersarang di gawang Persibara, namun sesaat setelah melepaskan tembakan, ia justru ditabrak pemain tuan rumah yang mencoba menjegal dari luar kotak penalti.
Tak berhenti di situ. Saat bangkit dan hendak melakukan selebrasi, pemain Persibara yang sama kembali melancarkan tekel keras. Fahrizal terjatuh, lalu segera berdiri. Respons verbal dari sang pemain Persak justru memancing emosi pemain Persibara lainnya.
Situasi memanas. Seorang pemain Persibara terlihat mengejar Fahrizal, sementara pemain lain terekam kamera melakukan tendangan ke arah pemain yang baru saja mencetak gol tersebut.
Meski diwarnai insiden panas, pertandingan tetap berlanjut hingga akhir. Persak Kebumen keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0.
Aksi tidak sportif tersebut menuai kecaman luas dari warganet. Kolom komentar akun media sosial Persibara, Persak, hingga akun-akun yang mengunggah video insiden itu dibanjiri kritik. Banyak netizen menuntut adanya sanksi tegas demi menjaga sportivitas dan keselamatan pemain di kompetisi sepak bola Indonesia.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan fair play dan kontrol emosi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola nasional.