Bukan Serangan, BBKSDA Riau Jelaskan Perjumpaan Warga dan Harimau di Siak

Siak, perkebunan sawit, harimau sumatera, Bukan Serangan, BBKSDA Riau Jelaskan Perjumpaan Warga dan Harimau di Siak

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan bahwa kemunculan harimau di Siak bukanlah penyerangan.

Pihak BBKSDA telah melakukan pengecekan setelah mendapatkan laporan bahwa ada warga bertemu dengan harimau. 

Selain itu, mereka juga meluruskan kabar bahwa terdapat konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan tersebut.

Lantas, bagaimana kisah selengkapnya? Berikut kronologi pertemuan warga dengan harimau hingga berkembang menjadi kabar penyerangan.

Kronologi warga bertemu dengan harimau

Seorang warga Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak bersanam Zulfikar berhadapan langsung dengan harimau pada Kamis (8/1/2026). 

Kala itu, ia hendak menyusul dua orang rekan yang sudah berada di lahan perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya dan berangkat pukul 19.00 WIB. 

Rencananya menghabiskan malam dengan memancing berubah ketika Zulfikar menyusuri jalanan di perkebunan yang gelap.

Siapa sangka, ia melihat sorot mata yang semula dikira milik seekor sapi. 

Betapa terkejutnya Zulfikar saat menoleh dan mengarahkan senter ke kebun, ia mendapati seekor harimau sumatera berdiri di seberang parit antara jalan dan kebun.

Kira-kira, harimau itu berjarak empat meter dari Zulfikar. 

Alih-alih melanjutkan perjalanan, Zulfikar segera menjauh dalam keadaan panik. 

Saat berhenti di sebuah pondok pekerja koperasi, ia memberitahu rekan-rekan tentang perjumpaannya dengan harimau.

Ia memperingatkan teman-teman untuk berlindung dan untuk sementara menunda aktivitas memancing pada malam itu. 

Klarifikasi BBKSDA Riau terkait kabar penyerangan

Pertemuan antara Zulfikar dengan harimau sumatera pun dilaporkan ke BBKSDA Rau.

Sebagai tindak lanjut, tim yang bertugas segera mengecek kondisi lapangan di RT 02/RW 07 Dusun 04 Teluk Masjid. 

Setelah dilakukan penyisiran, menurut Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyampaikan bahwa tidak ada warga yang diserang harimau. 

Sehingga yang terjadi di alapangan adalah perjumpaan antara manusia dan harimau. 

Ia pun mengklafirikasi bahwa tidak ada warga yang diterkam harimau di lapangan. 

"Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera, bukan penyerangan. Informasi yang menyebut ada warga diterkam tidak benar," jelas Supartono dilansir dari Tribunpekanbaru, Sabtu (10/1/2026). 

Selain meluruskan kabar penyerangan, BBKSDA juga menyatakan tidak ada sapi di aera pertemuan Zulfikar dengan harimau. 

Temuan BBKSDA Riau

Dari hasil penyisiran lapangan, BBKSDA Riau  menemukan jejak kaki harimau sumatera berukuran 12 cm. 

Dalam pengecekan lapangan bersama aparat setempat itu, mereka menemukan jejak itu di area perkebunan sawit dan berada pada koordinat. 1,047200 LU dan 102,155600 BT. 

Menurut penulusuran mereka, jejak harimau mengarah ke kawasan Hutan Produksi yang berada empat km dari lokasi pertemuan tersebut. 

Demi keamanan, BBKSDA menyampaikan temuan ini kepada masyarakat melalui aparat desa. Mereka mengimbau agar warga lebih waspada terhadap situasi sekitar. 

Mereka juga tidak menyarankan aktivitas sendirian dan meminta warga untuk melakukan kegiatan berkelompok. 

"Masyarakat kami imbau untuk menghindari aktivitas pada jam-jam aktif Harimau Sumatera, terutama malam hari, serta segera melapor jika kembali melihat tanda-tanda keberadaan satwa tersebut," jelas Supraptono. 

Terakhir, BBKSDA Riau menyampaikan akan terus melakukan pemantauan lapangan agar dapat meminimalisir konflik antara manusia dan satwa liar. 

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul "Kisah Mencekam Zulfikar Warga Siak, Berhadapan dengan Harimau Saat Hendak Memancing". 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang