Fajar/Fikri Jadikan Kemenangan Atas Ganda Taiwan Sebagai Pelecut Motivasi

PP PBSI, Muhammad Shohibul Fikri, Fajar/Fikri Jadikan Kemenangan Atas Ganda Taiwan Sebagai Pelecut Motivasi

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, memastikan tiket ke babak 16 besar Malaysia Open 2026.

Fajar/Fikri menumbangkan pasangan Taiwan, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, lewat duel rubber game, 24-26, 21-4, 21-8, pada pertandingan yang digelar di Axiata Arena, Malaysia, Rabu (7/1/2026).

Peraih emas China Open 2025 itu tak langsung nyetel dan sempat kehilangan gim pertama.

Fajar/Fikri tampak masih membaca permainan yang diterapkan oleh pasangan Taiwan itu.

Beruntung, mereka bisa membalikkan keadaan di dua gim berikutnya.

Fajar/Fikri pun memaknai kemenangan ini sebagai pelecut kepercayaan diri setelah hasil buruk di BWF World Tour Finals 2025, Desember lalu.

tama Alhamdulillah bersyukur ya, di awal 2026 ini diberikan kemenangan. Akhirnya kami bisa merasakan kemenangan lagi setelah di World Tour Finals kami tidak pernah menang," kata Fajar dalam keterangan resmi PP PBSI, Rabu (7/1/2026).

"Semoga ke depannya terus lebih baik penampilan kami, terus bisa menang dan terus bisa percaya diri," jelasnya.

Menurut Fajar, karakter permainan Lee/Lee di laga ini berbeda dengan ganda Taiwan lainnya yang pernah dihadapi, seperti Lee Yang/Wang Chi-lin, yang lebih agresif.

"Kalau dari permainan tadi, pasangan Taiwan juga bukan pasangan yang biasa-biasa saja. Mereka mempunyai defense yang sangat baik," ujar Fajar.

"Tadi juga gim pertama kami sudah unggul 11-6, tapi kami juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Lawan yang bermain sangat safe akhirnya bisa membalikkan keadaan."

"Memang pasangan Taiwan terkenal dengan power and speed kecuali pasangan ini, mereka mempunyai permainan yang berbeda. Mereka tidak mengandalkan speed and power tapi mereka mengandalkan safe dan bermain sangat apik," tuturnya.

Tampil Lebih Sabar

Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menambahkan meski sempat kesulitan, mereka akhirnya bisa menang setelah mengubah strategi dan tampil lebih sabar.

"Di gim kedua dan ketiga, dari segi kesabaran kami ubah. Kami cukup sabar dan mereka yang jadi banyak kesalahan sendiri," kata Fikri.

"Untuk besok persiapan pasti dari segi recovery-nya dulu, karena tadi permainan cukup berjalan panjang. Dan yang pasti harus lebih siap lagi untuk besok lebih fokus," terangnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang