Hotel Ini Punya Staf Robot Pertama di Dunia, Namanya Hotel “Aneh”
Perkembangan teknologi tak hanya mengubah cara orang bepergian, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru saat menginap di hotel. Di Jepang, inovasi itu diwujudkan lewat Henn-na Hotel, penginapan yang dikenal sebagai hotel pertama di dunia dengan staf robot.
Sejak dibuka, Henn-na Hotel langsung mencuri perhatian wisatawan dari berbagai negara. Alih-alih disambut resepsionis manusia, tamu yang datang justru akan berhadapan dengan robot humanoid hingga robot berbentuk karakter unik yang siap membantu proses check-in dan memberikan informasi dasar.
Dalam bahasa Jepang, kata hen berarti aneh, berbeda, atau tidak biasa. Bentuk henn-na dipakai untuk menekankan kesan sesuatu yang unik dan out of the ordinary.
Nama ini sengaja dipilih untuk mencerminkan konsep hotelnya yang memang tidak lazim dibanding penginapan pada umumnya, mulai dari staf robot, proses check-in otomatis, hingga minimnya interaksi manusia.
Robot di resepsionis hingga layanan hotel
na Hotel pertama kali beroperasi pada Juli 2015 di kawasan taman hiburan Huis Ten Bosch, Prefektur Nagasaki. Hotel ini bahkan tercatat dalam Guinness World Records sebagai hotel pertama di dunia yang mempekerjakan robot sebagai staf utama.
Melansir Nippon.com, konsep hotel ini lahir dari gagasan menciptakan penginapan yang efisien, berbasis teknologi, sekaligus memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Nama “Henn-na” sendiri berarti “aneh” atau “tidak biasa” dalam bahasa Jepang, sejalan dengan konsepnya yang memang dirancang keluar dari pakem hotel konvensional.
Begitu tiba di Henn-na Hotel, tamu akan langsung disambut robot di meja resepsionis. Di beberapa cabang, robot tersebut bahkan berbentuk dinosaurus yang dapat berbicara dan memandu proses check-in secara digital.
Robot-robot ini dilengkapi kemampuan multibahasa, termasuk bahasa Inggris, sehingga memudahkan wisatawan mancanegara.
Tak hanya di resepsionis, robot juga membantu berbagai kebutuhan lain, mulai dari mengantarkan barang, memberi informasi hotel, hingga mengatur fasilitas di dalam kamar. Kehadiran teknologi ini menunjukkan bagaimana otomasi mulai diintegrasikan secara nyata dalam layanan perhotelan.
Penggunaan robot di Henn-na Hotel bukan sekadar gimmick teknologi. Konsep ini juga menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional, terutama di tengah tantangan kekurangan tenaga kerja yang dihadapi industri perhotelan Jepang.
Di sisi lain, hotel robot justru berkembang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Banyak tamu datang bukan hanya untuk bermalam, tetapi juga ingin merasakan langsung pengalaman dilayani robot dan melihat bagaimana teknologi mengambil peran dalam industri jasa.
Henn-na Hotel
Berapa Biaya Menginap di Henn-na Hotel pada 2026?
Bagi wisatawan yang tertarik mencoba pengalaman menginap di hotel robot, soal biaya tentu jadi pertimbangan.
Berdasarkan data dari platform pemesanan hotel internasional seperti Booking.com dan Agoda, tarif kamar Henn-na Hotel di kawasan Huis Ten Bosch pada 2026 berkisar antara 150 hingga 300 dolar AS per malam, atau sekitar Rp 2,3 juta hingga Rp 4,6 juta, tergantung jenis kamar dan waktu menginap.
Harga bisa lebih tinggi saat musim liburan atau akhir pekan, terutama untuk kamar dengan fasilitas tambahan atau pemandangan taman hiburan.
Meski begitu, banyak tamu menilai biaya tersebut sepadan dengan pengalaman unik yang ditawarkan.
l
Meski sempat melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap peran robot, Henn-na Hotel tetap menjadi simbol awal transformasi industri perhotelan menuju era digital. Hotel ini memberi gambaran bagaimana teknologi dapat mengubah cara tamu berinteraksi dengan layanan hotel di masa depan.
Kehadiran Henn-na Hotel juga memicu diskusi global tentang keseimbangan antara inovasi teknologi, kenyamanan tamu, dan sentuhan manusia dalam industri jasa.
Namun satu hal yang jelas, pengalaman menginap di hotel robot ini menjadi sesuatu yang sulit dilupakan, terutama bagi wisatawan yang penasaran dengan masa depan dunia perhotelan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang