Pengakuan Jujur Fabio Lefundes soal Penurunan Performa Borneo FC, Habis Bensin?
Borneo FC sedang berada di persimpangan. Setelah lama memimpin klasemen Super League 2025–2026 dengan performa nyaris sempurna, grafik Pesut Etam kini justru menurun tajam dalam empat laga terakhir.
Situasi ini tak hanya membuat Borneo FC kehilangan posisi puncak, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar soal konsistensi tim. Pelatih Fabio Lefundes pun akhirnya angkat bicara, mengakui adanya faktor krusial yang memengaruhi performa anak asuhnya.
Rentetan hasil negatif Borneo FC memang cukup mencolok. Tim asal Samarinda itu gagal meraih satu pun kemenangan dalam empat pertandingan terakhir Super League 2025–2026. Kekalahan dari Bali United (0-1) dan Persib Bandung (1-3), hasil imbang kontra Persebaya (2-2), hingga kembali tumbang dari Malut United (2-3) menjadi catatan yang kontras dengan performa mereka di awal musim.
Pemain Borneo FC
Padahal, pada fase awal kompetisi, Borneo FC tampil luar biasa. Tim asuhan Fabio Lefundes sempat mencatatkan 11 kemenangan beruntun dan bertahan cukup lama di puncak klasemen. Stabilitas permainan serta kedalaman skuad menjadi kekuatan utama yang membuat Pesut Etam sulit dihentikan.
Namun, kondisi tersebut perlahan berubah. Rentetan hasil tanpa kemenangan membuat Borneo FC harus merelakan posisi teratas klasemen sementara kepada Persib Bandung. Meski kedua tim kini sama-sama mengoleksi 34 poin, Persib berhak berada di posisi lebih baik berkat keunggulan head to head.
Menanggapi penurunan performa timnya, Fabio Lefundes tak menutup mata. Pelatih asal Brasil itu menyebut badai cedera sebagai faktor utama yang mengganggu keseimbangan permainan Borneo FC. Sejumlah pemain kunci harus menepi dan hal itu berdampak langsung pada hasil di lapangan.
Lefundes mencontohkan absennya beberapa nama penting seperti Rivaldo Maicon dan Baker Elhusaini. Menurutnya, kehilangan pemain-pemain inti di tengah ketatnya kompetisi sepak bola Indonesia membuat tim kesulitan menjaga konsistensi performa.
“Kita tahu juga ada beberapa pemain yang cedera. Itu benturan penting bagi kita karena kehilangan pemain. Misalnya kita kehilangan Rivaldo Maicon, Baker Elhusaini, tiga pemain yang penting. Dengan kompetisi sepak bola di Indonesia, kehilangan pemain penting pasti sulit buat kita,” ujar Fabio Lefundes, dikutip dari laman resmi Borneo FC Sabtu, 3 Januari 2026.
Di tengah kondisi tersebut, tantangan Borneo FC ke depan tidak ringan. Upaya untuk kembali ke jalur kemenangan akan langsung diuji ketika mereka menghadapi PSM pada laga terdekat. Pertandingan itu akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini Sabtu 3 Januari pukul 15.30 WIB.
Bagi Borneo FC, fase ini menjadi ujian karakter sekaligus kedalaman skuad. Apakah Pesut Etam mampu bangkit di tengah keterbatasan pemain, atau justru semakin tergerus dalam persaingan papan atas, akan segera terjawab di laga-laga krusial berikutnya.