Wolf Moon Akan Hiasi Langit 3–4 Januari 2026, Catat Waktu Pengamatannya

Bulan purnama, Wolf Moon, Wolf Moon Akan Hiasi Langit 3–4 Januari 2026, Catat Waktu Pengamatannya, Waktu Pengamatan Wolf Moon di Indonesia, Wolf Moon Bertepatan dengan Fenomena Supermoon, Asal-usul Nama Wolf Moon, Sebutan Lain Bulan Purnama Januari di Berbagai Budaya

Fenomena Wolf Moon akan membuka rangkaian peristiwa astronomi pada awal 2026.

Bulan purnama pertama dalam kalender Masehi ini dapat diamati pada 3 hingga 4 Januari 2026.

Pada periode tersebut, Bulan tampak bulat sempurna dan memancarkan cahaya lebih terang dibandingkan malam-malam biasanya.

Peristiwa ini diperkirakan dapat disaksikan masyarakat luas, termasuk di Indonesia, selama kondisi cuaca mendukung.

Waktu Pengamatan Wolf Moon di Indonesia

Di Indonesia, fenomena Wolf Moon atau Wolf Supermoon dapat diamati selama cuaca cerah.

Bulan purnama ini dapat disaksikan sejak Sabtu (3/1/2026) waktu magrib sekitar pukul 17.50 WIB hingga Minggu (4/1/2026) menjelang matahari terbit sekitar pukul 05.18 WIB.

Wolf Moon Bertepatan dengan Fenomena Supermoon

Mengutip laman Space, Wolf Moon Januari 2026 memiliki keistimewaan karena bertepatan dengan fenomena supermoon.

Pada fase ini, Bulan berada pada jarak yang relatif lebih dekat ke Bumi sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari ukuran rata-rata.

Pada periode tersebut, jarak Bumi ke Matahari sekitar 147,1 juta kilometer, lebih dekat dibandingkan jarak rata-rata sekitar 149,6 juta kilometer.

Secara visual, kondisi ini dapat meningkatkan kecerahan Bulan sekitar 6,5 persen dibandingkan saat aphelion, yakni ketika Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari.

Asal-usul Nama Wolf Moon

Nama Wolf Moon berasal dari tradisi masyarakat di belahan Bumi utara.

Penamaan ini terinspirasi dari gambaran serigala lapar yang melolong di tengah musim dingin pada Januari.

Pada masa lalu, suara lolongan serigala kerap terdengar di sekitar permukiman manusia ketika persediaan makanan menipis akibat cuaca ekstrem.

Seiring waktu, istilah Wolf Moon dikenal luas dan digunakan untuk menyebut bulan purnama pertama setiap tahun.

Sebutan Lain Bulan Purnama Januari di Berbagai Budaya

Selain Wolf Moon, bulan purnama Januari memiliki sejumlah sebutan lain di berbagai budaya.

Sebagian masyarakat menyebutnya Quiet Moon. Komunitas adat Assiniboine di Kanada mengenalnya sebagai Center Moon karena muncul di pertengahan musim dingin.

Menurut Old Farmer’s Almanac, bulan purnama Januari juga disebut Severe Moon yang mencerminkan kerasnya kondisi alam pada periode tersebut.

Di kawasan Asia, khususnya Sri Lanka, bulan purnama Januari bertepatan dengan perayaan Duruthu Poya Day.

Hari suci umat Buddha ini menandai kunjungan pertama Sang Buddha ke Sri Lanka sekaligus berdirinya kuil Buddha pertama di negara tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa bulan purnama Januari tidak hanya memiliki nilai astronomi, tetapi juga makna budaya dan spiritual di berbagai belahan dunia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang