Berkah Petani Ikan di Waduk Gajah Mungkur, 1,5 Ton Nila Diborong untuk Malam Tahun Baru 2026

ikan nila, Berkah Petani Ikan di Waduk Gajah Mungkur, 1,5 Ton Nila Diborong untuk Malam Tahun Baru 2026

Momen pergantian tahun membawa dampak positif bagi petani pembudidaya ikan nila di keramba jaring apung (KJA) Waduk Gajah Mungkur (WGM).

Lonjakan permintaan terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang merayakan tahun baru dengan makan bersama keluarga.

Kondisi ini dirasakan para pembudidaya sejak libur sekolah hingga puncaknya pada malam tahun baru.

Permintaan ikan nila tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari normal.

Situasi tersebut memberi tambahan pemasukan bagi pembudidaya ikan nila di kawasan WGM.

Pesanan Naik hingga 200 Persen

Ketua Paguyuban Pembudidaya Ikan WGM Nila Kencana, Sugiyanto, menyampaikan bahwa peningkatan pesanan mulai terasa menjelang akhir tahun.

Ia menyebut permintaan ikan nila melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Dalam kondisi normal, pesanan ikan nila rata-rata mencapai sekitar 1,5 kuintal per hari.

Namun, menjelang pergantian tahun jumlah tersebut naik hingga sekitar 4 kuintal per hari.

“Meningkat sejak libur sekolah itu, sudah mulai meningkat. Puncaknya di malam tahun baru. Bisa dikatakan unlimited. Di tempat kami saja keluar 1,5 ton,” ujar Sugiyanto, Kamis (1/1/2026).

Tradisi Makan Bersama Dongkrak Permintaan

Sugiyanto menjelaskan, kenaikan permintaan tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang menggelar acara bakar-bakar makanan saat malam pergantian tahun.

Hal tersebut membuat ikan nila menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dicari.

Harga ikan nila dari karamba dipatok Rp 28.000 per kilogram. Sementara itu, ikan nila yang sudah dibersihkan isi perutnya dijual dengan harga Rp 30.000 per kilogram.

“Pembeli biasanya mau bakar-bakar di malam pergantian tahun. Pembeli ini biasanya lebih suka yang sudah dibersihkan, dibeteti sekalian. Banyak mas yang minta,” jelasnya.

Harapan Penjualan Tetap Stabil di 2026

Sugiyanto berharap, peningkatan penjualan ikan nila tidak hanya terjadi saat momen pergantian tahun.

Ia menilai stabilitas permintaan setelah tahun baru penting untuk menjaga pendapatan dan kesejahteraan para pembudidaya.

“Harapannya momen tahun baru selesai penurunannya tidak terlalu drastis, harapannya begitu,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul “Malam Tahun Baru Jadi Ladang Rezeki, 1,5 Ton Ikan Nila WGM Wonogiri Diborong Buat Bakar-bakaran”. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang