Gak Biasa! Tissa Biani Rayakan Malam Tahun Baru dengan Itikaf Bersama Keluarga

Tissa Biani
Tissa Biani

Tissa Biani memilih menghabiskan malam pergantian tahun dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aktris berusia 22 tahun ini memilik untuk itikaf di masjid bersama keluarga di malam tahun baru.

Pergantian tahun baru identik dengan beragam tradisi yang dilakukan masyarakat Tanah Air. Mulai dari menonton pertunjukan kembang api, membakar ayam, daging hingga aneka makanan beku (frozen food) yang ditusuk menyerupai sate bersama keluarga atau sahabat, hingga berkumpul di sejumlah ikon kota yang menampilkan pesta petasan sebagai penanda datangnya tahun baru.

Di tengah euforia tersebut, tidak sedikit pula yang memilih merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang lebih tenang dan reflektif. Sebagian masyarakat memanfaatkan momen ini untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta melakukan evaluasi diri menyambut lembaran tahun yang baru. 

“Aku insyaallah, aku mau itikaf tapi sama keluarga,” ujar Tissa Biani dikutup dari YouTube MAIA ALEDLDUL TV pada Jumat, 2 Januari 2025.

Kekasih Ahmad Abdul Qodil Jaelani alias Dul Jaelani ini membagikan potret dirinya saat mengenakan mukena berwarna hijau bermotif bunga sambil tersenyum ke arah kamera. 

“Rutinitas malam tahun baru (emoji hati merah)," tulis Tissa di sebuah foto yang memperlihatkan mimbar di sebuah masjid dalam unggahan Instagram Story miliknya.

Dalam video di YouTube Maia, Tissa menyamapikan sejumlah doa dan harapan di tahun baru. Dari jodoh, rezeki hingga kebahagiaan. 

“Happy New Year everyone, selamat tahun baru. Semoga di tahun baru yang baru ini jodoh mendekat, saldo meningkat, ibadah makin taat, pokoknya bahagia setiap saat,” ujar Tisa.

Dikutip dari website Badan Amal Zakat Nasional (Baznas), itikaf merupakan berdian diri di dalam masjid atau mushola dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Meski lekat dengan Ramadan, sejatinya itikaf dapat dilakukan kapan saja dan hukumnya sunnah.

Itikaf diisi dengan berdzikir, berdoa, mendengarkan ceramah hingga melakukan shalat sunnah. Seseorang yang bertikiaf akan diganjar dengan pahala yang besar. 

Itikaf merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar karena menjadi bagian dari amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW secara rutin melaksanakan itikaf, khususnya pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

"Dari Ubay bin Kaab dan Aisyah, Rasulullah saw beritikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, hingga Allah menjemputnya (wafat)," demikian hadits dari Ubay bin Kaab dan Aisyah.

Selain bernilai ibadah, itikaf juga menjadi sarana introspeksi diri dan peningkatan kekhusyukan. Dengan berdiam diri di masjid dan menjauh dari kesibukan duniawi, seorang Muslim diajak untuk fokus mengevaluasi diri, menekan hawa nafsu, serta menumbuhkan sikap rendah hati. 

Suasana masjid yang kondusif membantu memperdalam konsentrasi dalam salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa. Melalui itikaf, umat Islam dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dan meraih ketenangan batin yang sulit didapat di tengah rutinitas harian.