Ini Keistimewaan Terusan Panama, Kapal Bisa Bayar Miliaran Rupiah Sekali Lewat

Terusan Panama, biaya melewati Terusan Panama, Ini Keistimewaan Terusan Panama, Kapal Bisa Bayar Miliaran Rupiah Sekali Lewat

Terusan Panama kembali menjadi perbincangan warganet setelah banyak yang mempertanyakan berapa sebenarnya biaya yang harus dibayar kapal untuk sekali melintas.

Rasa penasaran itu muncul seiring beredarnya informasi bahwa kapal-kapal besar, seperti kapal kontainer dan kapal pesiar, bisa dikenai tarif hingga miliaran rupiah hanya untuk satu kali perjalanan dari Samudra Atlantik ke Pasifik atau sebaliknya.

"When the ship passes through the Panama Canal. The costs incurred by the company are indeed large to pass through the Panama Canal, but the costs incurred would be even greater if they did not pass through the Panama Canal (Ketika kapal melewati Terusan Panama, biaya yang dikeluarkan perusahaan memang besar, namun biaya yang harus dikeluarkan akan jauh lebih besar lagi jika mereka tidak melewati Terusan Panama tersebut)", tulis akun X @Vali***, Jumat (12/12/2025).

Banyak warganet yang kemudian menanyakan berapa biaya melewati Terusan Panama tersebut dan dijawab bahwa harga tiket sekali lewat biasa mencapai miliaran rupiah.

"Beda beda kak tergantung kapalnya, tp waktu itu kapal pesiar ada yg lewat terusan Panama bayarnya sekitar 314.000$, kalo skrg dirupiahin ya hampir 5 milyar rupiah," jawab akun tersebut.

Lantas, apa keistimewan Terusan Panama?

Biaya melewati Terusan Panama

Otoritas Terusan Panama atau Autoridad del Canal de Panamá (ACP) menetapkan tarif berdasarkan jenis kapal, ukuran, serta kapasitas muatan, ditambah sejumlah biaya layanan tambahan.

Dengan kata lain, semakin besar kapal dan semakin banyak layanan yang digunakan, semakin tinggi pula biaya yang harus dibayar.

Dilansir dari laman resmi ACP, berdasarkan struktur tarif resmi, kapal reguler berukuran kecil dikenai biaya sekitar US$ 15.000 per lintasan, atau setara Rp 235 juta (asumsi kurs Rp 15.700 per dollar AS).

Sementara itu, kapal penumpang serta kapal kargo umum atau berpendingin (reefer) dikenai tarif sekitar US$ 25.000, atau sekitar Rp 392 juta per transit.

Untuk kapal berukuran besar seperti Neopanamax atau kapal super, tarif dihitung berdasarkan kapasitas PC/UMS (Panama Canal Universal Measurement System).

Besarannya sekitar US$ 5,50 per ton PC/UMS, setara Rp 86.350 per ton.

Sebagai gambaran, kapal dengan kapasitas 100.000 PC/UMS dapat dikenai tarif dasar sekitar Rp 8,6 miliar hanya untuk sekali lintas.

Selain tarif dasar, kapal yang melintasi Terusan Panama juga dikenai biaya tambahan yang sifatnya wajib maupun opsional. Salah satunya adalah biaya keamanan (security fee) yang berkisar US$ 1.250 atau sekitar Rp 19,6 juta untuk kapal besar.

Ada pula biaya pemandu kapal (pilotage) yang dibutuhkan untuk navigasi di dalam terusan.

Biaya ini bervariasi tergantung panjang kapal dan layanan yang digunakan, namun umumnya dimulai dari US$ 800 atau sekitar Rp 12,5 juta, dan bisa meningkat signifikan untuk kapal super besar.

Selain itu, kapal juga dapat dikenai:

  • Biaya tug assistance (bantuan kapal penarik)
  • Biaya inspeksi dan administrasi
  • Biaya slot prioritas jika ingin menghindari antrean panjang.

Pada kondisi tertentu, terutama saat lalu lintas padat atau terjadi pembatasan kapasitas, biaya tambahan ini bisa membuat total pengeluaran melonjak tajam.

Dengan menggabungkan tarif dasar dan berbagai biaya tambahan, total biaya transit Terusan Panama untuk kapal besar dapat dengan mudah menembus Rp 10 miliar.

Meski mahal, Terusan Panama tetap menjadi jalur favorit kapal-kapal dunia karena mampu memangkas ribuan kilometer perjalanan laut, menghemat waktu hingga berminggu-minggu, serta menurunkan konsumsi bahan bakar dibanding harus memutar melalui ujung selatan Amerika.

Apa keistimewaannya?

Terusan Panama, biaya melewati Terusan Panama, Ini Keistimewaan Terusan Panama, Kapal Bisa Bayar Miliaran Rupiah Sekali Lewat

Pintu ruangan terkunci yang digunakan untuk menaik-turunkan kapal yang berlayar di Terusan Panama.

Dilansir dari (4/12/2023), Terusan Panama adalah kanal yang dikelola oleh Republik Panama di Amerika Tengah.

Kanal ini menghubungkan Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik melalui Tanah Genting Panama yang sempit.

Terusan Panama membentang sepanjang 65 km dari garis pantai dan sekitar 82 km dari perairan dalam Atlantik hingga Pasifik.

Selesai dibangun pada Agustus 1914, terusan ini merupakan satu dari dua saluran air buatan paling strategis di dunia, selain Terusan Suez.

Terusan Panama membuat kapal-kapal yang berlayar dari Amerika Serikat bisa mempersingkat perjalanannya sekitar 15.000 km. Kapal dari Amerika Selatan menghemat perjalanan sejauh 6.500 km, sementara kapal yang berlayar antara Eropa, Asia Timur, atau Australia menghemat jarak sejauh 3.700 km.

Tanpa adanya Terusan Panama, kapal-kapal yang berlayar dari Eropa ke Amerika akan menghabiskan waktu yang lebih lama karena perlu mengelilingi Tanjung Horn di Cile.

Selain berjasa memangkas jarak, kanal ini juga memiliki teknologi khusus yang membuat kapal-kapal dengan mudah melewatinya.

Awalnya, kapal akan memasuki jalur Gatún Locks di Samudra Atlantik, sebuah rangkaian tiga anak tangga yang mengangkat kapal setinggi 26 mdpl ke Danau Gatún.

Kapal lalu melanjutkan perjalanan ke Pedro Miguel Locks tempat kapal akan diturunkan sejauh 9 meter ke Danau Miraflores.

Kapal-kapal akan berjalan sejauh 2 km menuju Miraflores Locks yang menurunkan kapal sesuai permukaan laut.

Kapal-kapal kemudian berlayar sepanjang 11,2 km memasuki Samudra Pasifik.

Untuk bisa naik dan turun dari permukaan laut, setiap kapal akan masuk ke ruang terkunci sepanjang 304 meter dan lebar 33,5 meter. Setiap ruangan terkunci terdiri dari dua jalur kapal.

Ini membuat salah satu jalur dapat ditutup untuk pemeliharaan sementara jalur lainnya tetap berfungsi normal.

Mesin lalu akan memompa air masuk atau keluar dari ruangan tersebut. Kapal akan naik jika air di dalam ruangan bertambah, dan turun jika air dalam ruangan berkurang.

Semua air yang digunakan di Terusan Panama mengalir dari laut secara gravitasi. Karena itu, curah hujan sangat penting untuk menjaga operasional kanal ini.

Rata-rata dibutuhkan 52 juta galon air untuk kapal yang lewat jalur kunci lama. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang