Fenomena Baru Mobil Cina, Banyak Desain dan Teknologi yang Mirip
Mobil Cina terkenal karena teknologi mumpuni yang disematkan, dipadukan desain eksterior futuristik dan modern.
Namun sejumlah pihak menilai saat ini banyak mobil Cina kehilangan karakter ataupun ciri khas. Berbagai model tampil serupa dengan teknologi tidak berbeda jauh.
Terkhusus untuk lini kendaraan ramah lingkungan mereka. Banyak model saat ini dinilai mengadopsi desain dan konsep yang mirip.
Misalnya penggunaan hidden door handle, penempatan sensor LiDAR di bagian atap depan mobil sampai konfigurasi dasbor Three Piece memadukan panel instrumen, headunit besar dan lingkar kemudi bergaya flat-bottom.

Lalu di Cina, sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) dari Huawei yakni Qiankun ADS menjadi fitur standar di banyak model anyar termasuk produk hasil kerja sama, misalnya Audi A5L dan Q5L.
Sejumlah petinggi industri otomotif Tiongkok tidak menampik terjadinya fenomena tersebut.
“Banyak perusahaan mengejar profit jangka pendek, mengandalkan imitasi ketimbang pengembangan inovasi orisinil berdasarkan kebutuhan konsumen,” kata Lu Fang, Chairman Voyah, dikutip dari Carnewschina pada Sabtu (27/12).
Untuk diketahui, Voyah merupakan salah satu merek yang berada di bawah naungan grup Dongfeng.
Lebih lanjut Lu mengungkapkan, komponen atau parts digunakan pada banyak mobil Cina bisa dibilang serupa.
“Mobil-mobil ini terlihat kaya fitur tetapi realitanya, semua hanyalah imitasi dibalut eksterior berbeda. Teknologinya sama,” kata Lu.
Lu menegaskan, persaingan di level ini bermuara pada perang harga dan spesifikasi teknis kendaraan.
Hasilnya, mayoritas mobil Cina keluaran terbaru di pasar Tiongkok tidak memiliki spesifikasi yang dibutuhkan oleh konsumen meskipun dibanjiri berbagai fitur canggih.
Di samping itu, disebutkan bahwa perlindungan hak properti dan intelektual di Cina merupakan hal sulit untuk dilakukan.
Tuntutan terkait plagiarisme desain eksterior di Tiongkok dianggap subjektif. Sehingga banyak kasus berakhir damai atau tidak lagi dilanjutkan.
Imbasnya beragam manufaktur disebut semakin terang-terangan melakukan plagiarisme desain eksterior.

Homogenisasi antar model mobil Cina bukanlah hal baru. Beragam produk memiliki satu kesamaan bahasa desain, paling kentara adalah LED bar atau headlight strip bergaya through-type atau melintang horizontal di bagian depan mobil.
Fitur-fiturnya juga tak berbeda jauh. Padahal diharapkan para produsen bisa menyematkan sistem yang memang dibutuhkan oleh para pengemudi, bukan sekadar wadah unjuk teknologi saja.
Apalagi lini kendaraan Cina yang diekspor ke negara lain seperti Asia Tenggara. Seringkali, fitur sensor seperti LiDAR justru tak dapat terpakai secara maksimal akibat kondisi jalan dan lalu lintas tidak sesuai.