Nasib Pilu Mantan Bintang Cilik Nickelodeon, Dulu Populer Kini Hidup Jadi Gelandangan 

Tylor Chase dulu dan sekarang
Tylor Chase dulu dan sekarang

Mantan bintang Nickelodeon, Tylor Chase, yang memerankan Martin Qwerly dalam serial Ned’s Declassified School Survival Guide, terlihat hidup di jalanan Riverside, Amerika Serikat. Kondisinya terungkap setelah sebuah video yang memperlihatkan Chase tidur di pinggir jalan viral di TikTok pada September lalu.

Video tersebut memicu diskusi luas tentang nasib mantan aktor cilik, terutama terkait kesehatan mental, kecanduan, dan kesulitan finansial setelah karier di dunia hiburan meredup. Scroll untuk info lebih lanjut...

Banyak penggemar mengenang Chase sebagai karakter pendiam namun penuh pemikiran dalam serial Nickelodeon yang tayang pada 2004 hingga 2007, dibintangi bersama Devon Werkheiser dan Daniel Curtis Lee.

Melihat Chase dalam kondisi tertekan di video tersebut membuat banyak penggemar lama merasa terpukul. Sosok yang dulu dikenal lewat layar televisi kini terlihat berjuang untuk bertahan hidup di jalanan.

Setelah video itu viral, penggalangan dana melalui GoFundMe sempat dilakukan dan berhasil mengumpulkan lebih dari US$1.200 atau setara sekitar Rp20,04 juta. Dana tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan harian. 

Namun, penggalangan dana itu kemudian dihentikan oleh ibu Chase. Menurut sang ibu, Tylor Chase menderita gangguan bipolar dan menghadapi masalah keuangan yang serius. 

Kondisi tersebut membuat bantuan yang dibutuhkan tidak bisa bersifat sementara, melainkan memerlukan penanganan jangka panjang. Daniel Curtis Lee, rekan Chase sekaligus mantan pemain Nickelodeon, juga mengunjungi Chase langsung di Riverside. 

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terkait masalah kecanduan dan kesehatan mental yang dialami Chase. Lee meminta publik agar tidak mencari solusi instan. Menurutnya, Chase membutuhkan bantuan berkelanjutan serta tempat tinggal yang aman dan stabil.

Meski perhatian publik cukup besar, sejumlah warga setempat menyebut Chase masih terlihat hidup di jalanan hingga akhir 2025. Situasi ini menimbulkan harapan sekaligus kekhawatiran dari para penggemar, yang berharap sorotan media dapat membantunya mendapatkan dukungan nyata, bukan sekadar simpati sesaat.

Video viral tersebut juga menuai perdebatan soal etika perekaman. Banyak warganet menyampaikan empati, namun sebagian lain menilai perekaman tersebut tidak pantas.

“Kamu tahu siapa dia. Ini menghancurkan hatiku… Tuhan, tolong jaga dia dan lindungi dia,” tulis seorang pengguna, sebagaimana dikutip dari Where Is The Buzz, Selasa, 23 Desember 2025.

Pengguna lain juga mengkritik tindakan merekam Chase. “Tidak perlu ada kamera di wajahnya, menanyakan pertanyaan bodoh. Kamu tahu siapa dia,” tulisnya.

Ada pula yang menyoroti ketidaknyamanan Chase dalam video tersebut. “Kenapa merekam dia dengan cara seperti itu? Dia terlihat tidak nyaman. Semua ini bisa saja terjadi tanpa kamera,” komentar seorang pengguna.

Sebagian warganet meluapkan kemarahan pada industri hiburan. “Tidak, ini menyakitkan,” tulis seorang pengguna. “Nickelodeon menggunakan anak-anak ini lalu membuang mereka setelah selesai… bagaimana dia bisa berakhir di pinggir jalan?”

 “Orang-orang bilang aktor cilik selalu berakhir seperti ini, tapi akan menyenangkan jika hal ini tidak terlalu sering terjadi,” komentar yang lain. 

Itu dia potret kondisi Tylor Chase saat ini. Kisah ini kembali menyoroti sisi gelap dunia hiburan anak, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan kesehatan mental dan perlindungan jangka panjang bagi para aktor cilik setelah masa popularitas berakhir.