Bruno Fernandes Cedera, Amorim: MU Tak Akan Gegabah di Bursa Transfer Januari

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim

 Manchester United kembali diterpa kabar kurang sedap di tengah performa tim yang belum sepenuhnya stabil. Kapten tim Bruno Fernandes dipastikan mengalami cedera, sebuah kondisi yang berpotensi mengganggu rencana Setan Merah dalam waktu dekat.

Namun, alih-alih terbawa situasi, pelatih Manchester United Ruben Amorim menegaskan klub tidak akan bersikap reaktif apalagi panik saat memasuki bursa transfer Januari. Ia menilai keputusan gegabah justru bisa menjerumuskan klub ke dalam masalah yang lebih besar.

“Yang tidak boleh kami lakukan adalah mencapai Januari dan melakukan semuanya hanya karena terdesak, membuat kesalahan dan kemudian ‘nah kan, terjadi lagi’ dengan banyak kesalahan,” ujar Amorim, dikutip dari Sports Illustrated.

Menurut Amorim, Manchester United harus tetap berpegang pada rencana jangka panjang yang telah disusun, meski tekanan untuk segera bangkit sangat besar.

Cedera Bruno Fernandes terjadi saat Manchester United menelan kekalahan dari Aston Villa pada laga Liga Inggris di Villa Park, Minggu 21 Desember 2025 malam WIB. Gelandang asal Portugal itu terpaksa ditarik keluar pada pergantian babak usai mengalami masalah fisik.

Usai pertandingan, Amorim mengungkapkan bahwa Bruno mengalami gangguan pada jaringan lunak. Meski demikian, ia belum dapat memastikan berapa lama sang kapten harus menepi dari lapangan.

Absennya Bruno Fernandes jelas menjadi pukulan telak bagi Manchester United. Dalam delapan pertandingan terakhir Liga Inggris, MU hanya mampu mengoleksi 10 poin, sebuah catatan yang jauh dari ekspektasi klub sebesar mereka.

Bruno sendiri dikenal sebagai motor permainan Setan Merah dan salah satu pemain yang jarang absen karena cedera. Perannya di lini tengah sangat vital, baik sebagai pengatur tempo maupun pemimpin di atas lapangan.

Meski kehilangan pemain kunci, Amorim tetap menolak pendekatan instan di bursa transfer. Ia menegaskan tidak akan memaksakan pembelian pemain hanya demi menutup lubang jangka pendek.

“Saya tidak akan berkumpul dengan direktur teknik Jason Wilcox dan ketua pelaksana Omar Berrada dan bilang, ‘Kami butuh banyak pemain’. Kami punya rencana. Kalau kami harus menderita, klub lebih utama,” tegas Amorim.

Pelatih asal Portugal itu menilai solusi harus dicari dari dalam skuad yang ada saat ini. Ia percaya konsistensi terhadap rencana dan kesabaran dalam mengambil keputusan akan memberikan dampak positif bagi Manchester United dalam jangka panjang.

Amorim mengakui situasi tim memang sedang sulit dan kebutuhan akan poin sangat mendesak. Namun, ia menegaskan bahwa langkah yang tepat jauh lebih penting dibandingkan keputusan emosional yang berpotensi merugikan klub di masa depan.