Carrick Unggul dari Amorim, Disebut Layak Jadi Pelatih Permanen MU

Michael Carrick, Manchester United, Liga Inggris, Jamie Carragher, Carrick Unggul dari Amorim, Disebut Layak Jadi Pelatih Permanen MU

Jamie Carragher menyebut bahwa Michael Carrick akan jadi pelatih permanen Manchester United di kompetisi musim 2026-2027.

Michael Carrick kini tengah menjadi buah bibir, mengingat Manchester United semakin dekat menuju kompetisi Liga Champions musim 2026-2027.

Hal ini terjadi usai Manchester United menaklukkan Brentford dengan skor 2-1 dalam laga pekan ke-34 Liga Inggris di Stadion Old Trafford pada hari Senin (27/4/2026) atau Selasa (28/4/2026) dini hari WIB.

Dua gol Manchester United diciptakan oleh Casemiro pada menit ke-11 dan Benjamin Sesko pada menit ke-43 sebelum kemudian Brentford membalas pada menit ke-87 melalui Mathias Jensen.

Kemenangan atas Brentford menjadi yang kesembilan untuk Carrick dari 13 laga menangani Manchester United sejak Januari 2026.

Potensi Carrick Dipermanenkan MU

Dilansir dari Sky Sports, Jamie Carragher berujar bahwa Carrick kini diprediksi akan bertahan di Manchester United usai serangkaian hasil sensasional.

"Dia akan menjadi manajer Manchester United, pasti musim depan, tidak diragukan lagi dan Anda tidak bisa mengatakan dia tidak pantas mendapatkannya," ujar Carragher.

"Hasilnya benar-benar sensasional. Itu hasil dari tim yang berambisi meraih gelar juara, atau tim yang berjuang untuk meraih gelar liga."

"Sekarang saya tahu bahwa tekanan tidak sedang berada di Manchester United saat ini, mereka tidak memiliki pertandingan Eropa, semua hal lain akan memengaruhinya, tetapi saya rasa tidak ada tim lain yang bisa datang dan menghasilkan hasil yang lebih baik,"imbuh eks Liverpool ini.

Carragher pun tak ketinggalan mengkritik eks pelatih Manchester United, Ruben Amorim yang menurutnya tidak bisa beradaptasi.

Michael Carrick, Manchester United, Liga Inggris, Jamie Carragher, Carrick Unggul dari Amorim, Disebut Layak Jadi Pelatih Permanen MU

Casemiro (kiri) merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United vs Brentford di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 27 April 2026. (Foto oleh Darren Staples / AFP)

Carrick Punya Adaptasi Taktik yang Baik

Di sisi lain, Carragher berujar bahwa keunggulan Carrick adalah taktiknya yang mampu beradaptasi dan telah ditunjukkan selama menangani Manchester United.

"Kritik terbesar terhadap Ruben Amorim adalah bahwa dia tidak pernah beradaptasi, Carrick telah menunjukkan bahwa dia mampu beradaptasi," ujarnya.

Manchester United sendiri semakin dekat menuju Liga Champions, mengingat mereka telah meraih 61 poin dari 34 pertandingan atau berjarak 11 poin dari Brighton yang meraih 50 poin dengan jumlah pertandingan yang sama.

Melihat kondisi itu, Michael Carrick tidak mau para pemain terlalu senang, mengingat masih menghadapi empat pertandingan ke depan.

"Liga Champions adalah satu hal, tetapi bukan sesuatu yang harus kita rayakan secara berlebihan," ujar Carrick.

"Kami ingin bersaing di posisi yang lebih tinggi di liga dan mendapatkan lebih banyak poin. Musim kami tidak berakhir ketika kualifikasi Liga Champions terjadi."

"Itu adalah satu hal, kita perlu mencoba dan mencapainya, tetapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan," imbuh Carrick.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang