Gak Mau Ceraikan Wardatina Mawa dan Inara Rusli, Insanul Fahmi: Kan Harus Adil!
Nama Insanul Fahmi kembali menjadi sorotan seiring bergulirnya konflik rumah tangga yang menyeret dua perempuan, Wardatina Mawa dan Inara Rusli.
Di tengah tekanan laporan kepolisian, opini publik yang terbelah, serta dinamika emosional yang terus berkembang, sikap Fahmi justru dinilai tak terduga. Alih-alih memilih salah satu, pria berusia 26 tahun itu menyatakan keinginannya untuk mempertahankan keduanya dalam ikatan rumah tangga. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Fahmi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menceraikan Wardatina Mawa maupun Inara Rusli. Ia mengaku memilih menjalani kehidupan poligami sebagai bentuk tanggung jawab atas keputusan dan perasaannya.
Menurut Fahmi, sebagai seorang laki-laki dan suami, ia merasa tidak bisa begitu saja lepas tangan dari persoalan yang telah terjadi. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab dan sikap gentle dalam menghadapi konflik rumah tangga yang kini menjadi konsumsi publik.
"Jadi mau gimanapun aku sebagai laki-laki juga harus gentle, harus bertanggung jawab lah. Kalau bisa dipertahankan, aku berjuang sampai titik darah penghabisan," kata Insanul Fahmi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang semakin kompleks. Wardatina Mawa, yang merupakan istri pertama Fahmi, secara terbuka telah menyatakan keinginannya untuk berpisah. Di sisi lain, Inara Rusli juga sempat dikabarkan ingin mundur dari hubungan tersebut akibat tekanan sosial dan stigma yang melekat padanya. Namun, Fahmi menyebut komunikasi dengan keduanya masih berjalan dan tanggung jawab finansial tetap ia jalankan.
"Ya kalau sekarang kita jalanin dua-duanya. Dua-duanya aku perjuangin. Kan harus adil kan," tegasnya.
Saat ditanya mengenai perasaannya terhadap kedua perempuan tersebut, Fahmi menjawab singkat namun penuh keyakinan. "Harus".
Meski terlihat kukuh dengan pilihannya, Fahmi mengakui bahwa ada batas yang tidak bisa ia paksakan. Ia menyadari bahwa keputusan untuk bertahan tidak sepenuhnya berada di tangannya. Jika Wardatina Mawa tetap bersikeras ingin mengakhiri pernikahan meski ia telah berupaya mempertahankan, Fahmi menyatakan siap menerima keputusan tersebut.
"Tapi kalau misalnya dari sisi Mawanya seperti itu (ingin cerai), aku juga enggak mau harga diri aku diinjak-injak. Jadi ya kalau misalnya memang mau seperti itu ya tafadhol. Yang penting tanggung jawab aku sudah aku tunaikan," tutupnya.
Sikap Fahmi ini kembali memantik perdebatan publik, terlebih mengingat kasus ini juga telah memasuki ranah hukum. Sebelumnya, Wardatina Mawa melaporkan Insanul Fahmi bersama Inara Rusli ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinahan. Dalam laporan tersebut, Mawa mengaku merasa dikhianati dan ditipu oleh suaminya.
Sementara itu, Inara Rusli ikut terseret dalam pusaran polemik dan stigma sebagai “pelakor”, label yang selama ini disebut-sebut berusaha ia lawan.