Bantuan Terus Diberikan ke Penyintas di Sumatra Tiga Pekan Pascabencana

Aksi kemanusiaan terhadap korban bencana di Sumatra
Aksi kemanusiaan terhadap korban bencana di Sumatra

Tiga pekan pascabanjir bandang yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, derita para penyintas masih belum berakhir. Ribuan warga terdampak hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan akses layanan dasar yang terbatas.

Kondisi tersebut mendorong Indonesia CARE untuk terus melanjutkan aksi kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. Beragam keluhan disampaikan penyintas kepada relawan di lapangan, mulai dari persoalan kesehatan, sanitasi lingkungan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Di Sumatra Barat, Indonesia CARE masih aktif menggelar layanan kesehatan gratis, mengoperasikan dapur umum, serta menyelenggarakan program psikososial bagi anak-anak penyintas banjir.

“Kami terus menjalankan aksi ini karena masyarakat di sini masih sangat membutuhkan kehadiran kami. Ini juga menjadi tanggung jawab moral untuk menjaga amanah para donatur Indonesia CARE,” ujar Ketua Posko Relawan Indonesia CARE, Mohammad Syahri, Minggu 21 Desember 2025.

Guna menunjang layanan kesehatan, Indonesia CARE mengerahkan satu dokter, dua relawan paramedis, serta satu unit ambulans gawat darurat yang beroperasi di wilayah Tanah Datar, Sumatra Barat. Sementara operasional dapur umum didukung oleh relawan yang sebagian besar berasal dari ibu-ibu PKK Perumahan Dobo Indah, Tanah Datar.

Program psikososial yang dijalankan di Sumatra Barat dan Aceh juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga pendidikan. Di antaranya SD dan SMP Plus Global Talent School, Yayasan Pendidikan Al Mughni, SD Angkasa 12 Halim Perdanakusuma, SDN 07 Petamburan, SDN 03 Kampung Bali, SDN 05 Kebon Kacang Jakarta Pusat.

Selain itu, dukungan logistik dan operasional dapur umum mengalir dari berbagai komunitas dan lembaga, seperti Komunitas Mercedes-Benz W204 Club, Crypton Maju Gemilang, Al Washliyah ZIS, Ondelivery, Bagi Indonesia, SMKS Karya Nusantara, Komunitas Street Photography Jakarta, STIKOM CKI, Partai Gerindra Lampung, BEM Universitas Asy Syafi’iyah, serta Al Azhar Care Indonesia.

Untuk wilayah Aceh, program psikososial dan dapur umum Indonesia CARE turut mendapat tambahan dukungan dari Forhati Nasional dan Ikatan Alumni FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta. Hal itu diungkap Ketua Posko Indonesia CARE Aceh, Dwiky Hartanto.

“Donatur perorangan juga cukup banyak menitipkan amanah kepada kami. Amanah ini harus benar-benar kami jaga,” ujar Dwiky.

Namun demikian, Dwiky mengakui keterbatasan masih menjadi tantangan dalam penanganan di Aceh. Hingga saat ini, Indonesia CARE belum dapat membuka layanan kesehatan di wilayah tersebut.

“Kami masih kekurangan tim medis, sehingga sementara belum dapat membuka layanan kesehatan di Aceh,” ujarnya.

Indonesia CARE memastikan aksi kemanusiaan di wilayah Sumatra akan terus berlanjut. Dukungan dari para dermawan diharapkan tetap mengalir, mengingat kondisi para penyintas masih jauh dari pulih.

“Ribuan jiwa kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan anggota keluarga. Ini pukulan berat. Kami ingin terus mendampingi mereka. Relawan datang silih berganti untuk melanjutkan estafet kepedulian,” kata Dwiky.