PM Takaichi 'Melunak', Jepang Selalu Terbuka Berdialog dengan China
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen Tokyo untuk tetap membuka jalur dialog dengan China, meski hubungan bilateral kedua negara tengah berada dalam tekanan menyusul meningkatnya ketegangan terkait isu Taiwan dan aktivitas militer Beijing di kawasan.
Dalam konferensi pers usai sidang parlemen luar biasa, Rabu, Takaichi menyebut China sebagai “tetangga penting” yang hubungannya dengan Jepang harus dikelola secara stabil, meskipun diwarnai perbedaan mendasar dalam isu keamanan regional.
"Sikap saya untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil tetap tidak berubah sejak saya menjabat," kata Takaichi dilansir Kyodo, Rabu, 17 Desember 2025.
"Jepang selalu membuka pintu dialog karena kedua negara memiliki sejumlah isu yang perlu diselesaikan," sambung Takaichi
China telah mengambil serangkaian langkah, termasuk mengeluarkan peringatan perjalanan ke Jepang serta kembali menghentikan impor produk laut Jepang, sejak Takaichi pada 7 November menyatakan serangan terhadap Taiwan dapat menjadi ancaman eksistensial bagi Jepang dan berpotensi memerlukan respons dari Pasukan Bela Diri Jepang.
China yang dipimpin Partai Komunis memandang Taiwan sebagai pulau demokratis yang memiliki pemerintahan sendiri dan provinsi yang membangkang serta harus dipersatukan kembali dengan daratan China, jika perlu menggunakan kekuatan militer. China juga menganggap isu Taiwan sebagai urusan internal semata.
China juga dilaporkan meningkatkan aktivitas militernya. Pada awal bulan ini, jet tempur China beberapa kali mengunci radar terhadap pesawat Pasukan Bela Diri Udara Jepang di wilayah Pasifik tenggara Pulau Utama Okinawa, menurut Kementerian Pertahanan Jepang.
"Pernyataan saya mengenai situasi yang mengancam kelangsungan hidup negara tidak mengubah sikap yang telah dipegang oleh pemerintahan sebelumnya," ucap Takaichi.
Perdana menteri itu turut menambahkan bahwa Jepang akan terus menjelaskan hal tersebut kepada China dan komunitas internasional di berbagai tingkatan.
Para pendahulunya cenderung menghindari pembahasan mengenai skenario spesifik ketika ditanya mengenai isu tersebut.
Di dalam negeri, pemerintahan Takaichi menghadapi tantangan dalam mengelola parlemen karena koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) dan mitra juniornya, Partai Inovasi Jepang (JIP), masih berstatus minoritas di Majelis Tinggi dan hanya memiliki mayoritas tipis di Majelis Rendah.
Jajak pendapat media menunjukkan kabinet Takaichi mempertahankan tingkat dukungan publik yang tinggi sejak diluncurkan. Pembubaran Majelis Rendah dan pemilu cepat berpotensi memberi koalisi berkuasa peluang untuk mengamankan mayoritas yang lebih solid.