Sosok Pasangan PM Jepang Sanae Takaichi yang Memilih Jadi 'Suami Rahasia'

Taku Yamamoto, suami dari PM Jepang Sanae Takaichi
Taku Yamamoto, suami dari PM Jepang Sanae Takaichi

Taku Yamamoto, suami dari Sanae Takaichi, perdana menteri ke-104 Jepang yang baru dilantik, menuai sorotan setelah sosoknya jarang terlihat di depan layar, dan memilih sebagai  "suami rahasia", di balik pencapaian sang istri di tampuk kekuasaan Negeri Matahari Terbit itu. 

Yamamoto berjanji untuk mendukung PM perempuan pertama Jepang itu, dan mengungkapkan perannya yang diam-diam. Ia menjelaskan bahwa di Jepang pasangan harus menghindari sorotan.

"Tidak seperti di Barat, di sini lebih baik bagi pasangan untuk tidak menjadi sorotan," kata Yamamoto dilansir SCMP, Rabu, 22 Oktober 2025. 

PM Jepang Sanae Takaichi bersama suaminya, Taku Yamamoto

Mantan anggota Partai Demokrat Liberal di Dewan Perwakilan Rakyat, Yamamoto mengatakan ia awalnya "tertarik pada kontras" antara penampilan luar Takaichi yang tangguh dan sisi femininnya.

Pasangan ini, yang menikah pada tahun 2004, kemudian bercerai pada tahun 2017 karena perbedaan politik, tetapi kemudian menikah lagi. Mereka sekarang tinggal bersama di sebuah kompleks perumahan untuk anggota Diet di distrik Akasaka, Tokyo.

Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, Yamamoto menggambarkan istrinya sebagai "seseorang yang belajar lebih giat daripada siapa pun", dengan kamarnya yang penuh dengan dokumen dan buku.

Keduanya adalah anggota faksi yang saat itu dipimpin oleh mantan perdana menteri Yoshiro Mori ketika mereka pertama kali menikah. Mereka memulai hubungan serius setelah Takaichi kehilangan kursinya dalam pemilihan majelis rendah tahun 2003 dan Yamamoto mempekerjakan adik laki-lakinya sebagai sekretarisnya.

Meskipun Takaichi dikenal sebagai garis keras konservatif, Yamamoto dianggap cenderung dovish (merujuk pada sikap atau kebijakan moneter yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja daripada pengendalian inflasi yang ketat).

Perbedaan politik mereka memuncak selama pemilihan presiden LDP tahun 2012, ketika Yamamoto mendukung mantan perdana menteri Shigeru Ishiba, sementara Takaichi mendukung Shinzo Abe, yang memenangkan kontes dan kembali berkuasa.

Persaingan antara kubu mereka dilaporkan menjadi begitu intens sehingga pasangan itu berhenti membicarakan perebutan kepemimpinan di rumah.

Ketika mereka mengumumkan perceraian mereka pada tahun 2017, mereka mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebutkan perceraian terjadi karena "perbedaan pandangan politik."

Yamamoto mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita kanker prostat tahun lalu dan mengalami stroke awal tahun ini. "Dia mengkhawatirkan kesehatan saya, jadi saya ingin memastikan dia juga tidak terlalu memaksakan diri," ujarnya. 

Sebelumnya pada hari yang sama, Takaichi, 64 tahun, resmi dilantik sebagai perdana menteri ke-104 Jepang setelah memenangkan pemungutan suara di kedua majelis parlemen dan menerima pengesahan dari Kaisar Naruhito.

Takaichi, yang dikenal dengan pandangan konservatifnya, sebelumnya menjabat sebagai menteri keamanan ekonomi dan merupakan satu-satunya pejabat yang secara pribadi mengunjungi Kuil Yasukuni, tempat yang sering dikaitkan dengan masa lalu militerisme Jepang di Asia.

Namun setelah memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP), Takaichi menahan diri untuk tidak berkunjung ke kuil tersebut pada Oktober tahun ini.

Takaichi juga secara terbuka mengungkapkan keinginannya menjadi “Iron Lady” Jepang, terinspirasi oleh gaya kepemimpinan dan ketegasan mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher.