Curhat Pengguna Soal Plus Minus Hyundai Stargazer 2023
Hyundai Stargazer menjadi salah satu Multi Purpose Vehicle (MPV) yang cukup mencuri perhatian sejak pertama kali meluncur di Indonesia.
Desain futuristis, fitur yang terbilang lengkap, hingga banderol harga yang kompetitif membuat mobil ini banyak dilirik, terutama oleh konsumen yang ingin mencoba merek non-Jepang.
Namun, seperti kendaraan lainnya, Stargazer juga punya sisi plus dan minus. Hal ini dirasakan langsung oleh Anantyo Herlambang, pemilik Hyundai Stargazer keluaran 2023, yang membagikan pengalamannya selama menggunakan MPV tersebut.
Menurut Anantyo, keputusan memilih Stargazer bermula dari rasa penasaran terhadap merek Hyundai, ditambah penawaran harga yang saat itu cukup menarik.
“Alasan memilih Stargazer karena penasaran sama merek Hyundai dan kebetulan dapat harga bagus. Nyicil sampai lunas, bunganya cuma Rp 13 juta selama 3 tahun," ucap pria yang akrab disapa Tyo, kepada Kompas.com, Selasa (16/12/2025).
Pada saat itu Tyo memilih Hyundai Stargazer tipe Prime AT dengan banderol Rp 312 juta.
Dari sisi kelebihan, Tyo menilai Stargazer unggul di fitur dan efisiensi bahan bakar. Untuk penggunaan harian, konsumsi BBM mobil ini dinilai cukup irit di kelasnya.
Hyundai Stargazer
“Untuk kelebihannya fitur cukup melimpah dan irit bahan bakar. kalau lagi santai bisa 1 banding 20 (20 Km per liter/Kpl) atau kalau ngebut dan di dalam kota bisa 1 banding 14 (14 Kpl)," kata dia.
Hyundai Stargazer mengusung mesin 1.497 cc Smartstream G1.5 MPI 4 silinder, yang mampu menghasilkan tenaga 115 Ps pada 6.300 Rpm dan torsi 143,8 Nm pada 4.500 Rpm. Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi IVT 7 percepatan.
Tak hanya itu, kenyamanan berkendara juga menjadi poin positif. Sebagai MPV keluarga, Stargazer dinilai cukup nyaman untuk dikendarai, baik jarak dekat maupun perjalanan yang lebih panjang.
“Untuk MPV di kelasnya menurut saya ini cukup nyaman dikendarai," ucap Tyo.
Meski demikian, Tyo juga mencatat beberapa hal yang menurutnya masih bisa ditingkatkan. Salah satu yang paling terasa adalah soal harga jual kembali, terutama apabila dibandingkan dengan MPV merek Jepang yang sudah lebih dulu mapan di pasar.
“Kalau untuk kekurangan harga jual kembali di banding MPV Jepang bisa terjun payung, belinya berapa jualnya bisa jatuh banget harganya," kata dia.
Selain itu, aspek kenyamanan di baris belakang juga menjadi perhatian. Menurutnya, posisi duduk kursi belakang terasa terlalu rendah.
“Kursi belakang menurut saya terlalu rendah atau mendelep ke bawah, mungkin karena captain seat," ucapnya.
Sebagai informasi, Hyundai menawarkan Stargazer dengan pilihan captain seat untuk varian Essential, Style dan Prime. Untuk varian termurah Essential kini dibanderol dengan harga Rp 270 jutaan.
Hyundai Stargazer Cartenz
Dari sisi fitur, Tyo juga menyayangkan belum adanya kelengkapan yang biasa mulai lazim pada mobil baru. Kualitas interior juga menjadi perhatian.
“Terus belum ada kamera 360 juga, dan material dasbor juga masih plastik. Tapi, dengan harga segitu ya tidak bisa berharap soft touch juga," ucap Tyo.
Pengalaman Tyo menunjukkan bahwa Hyundai Stargazer menawarkan value yang cukup menarik dari sisi fitur, konsumsi bahan bakar, dan kenyamanan.
Namun, bagi sebagian konsumen, faktor harga jual kembali dan detail kenyamanan kabin masih menjadi pertimbangan.
Kesimpulan
Plus : Irit, fun to drive.
Minus : Harga jual anjlok, belum ada kamera 360, kursi belakang terlalu ke bawah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang