Terbatasnya Akses dan Infrastruktur Dasar Jadi Kendala Pemulihan Kelistrikan di Aceh

PLN.
PLN.

PT PLN (Persero) telah melaporkan kondisi dan progres pemulihan kelistrikan pascabencana di Aceh, kepada Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia (PYM) Tgk. Malik Mahmud Al Haythar.

Menanggapi laporan tersebut, Malik mengatakan bahwa akibat kerusakan pada sejumlah jaringan distribusi listrik serta keterbatasan akses menuju beberapa wilayah terdampak, hal itu menjadikan proses pemulihan membutuhkan tahapan teknis yang tidak sederhana.

"Sebagian lokasi terdampak berada di wilayah dengan akses terbatas dan memerlukan penanganan infrastruktur dasar terlebih dahulu, sebelum perbaikan jaringan listrik dapat dilakukan secara menyeluruh,” kata Malik dalam keterangannya, Selasa, 16 Desember 2025.

Viral video momen petugas PLN dirikan Tower Emergency Listrik di Bireuen

Wali Nanggroe menilai, pemulihan kelistrikan saat ini berjalan secara bertahap seiring dengan upaya pembukaan akses dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Dia menekankan, layanan kelistrikan merupakan bagian dari pemulihan menyeluruh yang sangat bergantung pada kondisi lapangan serta keselamatan para petugas.

Malik juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, aparat, dan masyarakat, agar proses pemulihan layanan dasar dapat berlangsung lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

“Kerja bersama dan saling pengertian dari seluruh pihak sangat diperlukan dalam situasi pascabencana seperti ini,” ujarnya.

Malik berharap, kondisi cuaca yang semakin stabil dan akses wilayah yang terus membaik, dapat memperlancar tahapan pemulihan berikutnya.

"Sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh dapat kembali berjalan normal," ujarnya.