Listrik Abdya Menyala 100 Persen, PLN Percepat Normalisasi Sistem Kelistrikan Aceh

PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah pulih sepenuhnya setelah mengalami pemadaman total akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blangpidie, Zafandilla, mengatakan listrik di Abdya sudah menyala 100 persen sejak Rabu (17/12/2025) siang.
“Alhamdulillah, listrik di Abdya sudah menyala 100 persen pada pukul 13.20 WIB,” kata Zafandilla kepada Serambinews.com, Rabu (17/12/2025).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sistem kelistrikan Aceh secara keseluruhan masih dalam tahap penormalan bertahap. PLN, kata dia, terus memaksimalkan seluruh upaya agar sistem segera kembali stabil.
“Kami akan terus maksimalkan seluruh upaya agar sistem bisa segera normal. Mohon doa dari kawan-kawan, semoga semua berjalan lancar. Kalau untuk waktunya, kami terus berusaha agar dapat diselesaikan dalam minggu ini,” ujar Zafandilla.
Sebagaimana diketahui, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh menyebabkan infrastruktur kelistrikan mengalami kerusakan parah.
Dampaknya, Kabupaten Aceh Barat Daya mengalami pemadaman listrik total sejak 9 hingga 16 Desember 2025.
Berkat upaya pemulihan intensif yang dilakukan PLN, listrik di Abdya mulai kembali menyala pada Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.
Proses tersebut menjadi bagian dari pemulihan krisis kelistrikan Aceh yang memasuki fase krusial.
Transmisi 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa Pulih
Dalam perkembangan terpisah, PT PLN (Persero) mengumumkan bahwa jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa telah berhasil dipulihkan pada Rabu (17/12/2025) pukul 13.30 WIB.
Keberhasilan ini menandai berakhirnya isolasi sistem kelistrikan Aceh dari jaringan interkoneksi Sumatera yang terputus selama 21 hari akibat banjir dan longsor.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa jalur transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan backbone atau tulang punggung utama sistem kelistrikan Sumatera–Aceh.
“Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatra–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Rabu (17/12/2025).
Pulihnya jalur tersebut memungkinkan pasokan listrik skala besar kembali mengalir ke wilayah Aceh secara bertahap.
Operasional PLTU Nagan Raya Butuh Waktu 48 Jam
Meski interkoneksi telah tersambung, PLN menegaskan bahwa listrik belum bisa langsung normal di seluruh titik. Tahapan penting berikutnya adalah pengoperasian pembangkit listrik utama di Aceh, khususnya PLTU Nagan Raya Unit 2, 3, dan 4.
Darmawan mengungkapkan, proses pengoperasian pembangkit tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 48 jam ke depan. Durasi itu diperlukan untuk menjalankan tahapan teknis secara aman, mulai dari pemanasan unit, sinkronisasi dengan sistem interkoneksi, hingga pengujian keandalan.
“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan dapat menopang sistem secara andal,” jelas Darmawan.
Listrik Dialirkan ke Ribuan Gardu di Aceh
Dalam laporan terbaru yang disampaikan tim Humas PLN UID Aceh pada Rabu (17/12/2025), PLTU Nagan Raya Unit 2 telah berhasil dinyalakan. Saat ini, PLN fokus melanjutkan proses penyalaan PLTU Nagan Raya Unit 3 dan 4.
Setelah daya dari pembangkit dan jaringan interkoneksi tersedia, PLN mulai menyalurkan listrik ke 20 Gardu Induk, 558 penyulang (feeder), serta 15.717 gardu distribusi di seluruh Aceh.
“Pemulihan dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk memastikan kondisi listrik benar-benar stabil dan aman sebelum sepenuhnya normal,” ujar tim Humas PLN UID Aceh dalam keterangan yang diterima Serambinews.com.
Lebih dari 1.600 Petugas PLN Disiagakan
Hingga kini, lebih dari 1.600 petugas PLN masih disiagakan untuk memastikan proses pemulihan berjalan aman.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat, mengingat di sejumlah wilayah masih terdapat genangan air dan lumpur sehingga penormalan jaringan harus dilakukan secara ekstra hati-hati.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” tutup Darmawan.
PLN mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses normalisasi berlangsung. Informasi terbaru terkait pemulihan kelistrikan Aceh akan terus disampaikan melalui kanal resmi PLN.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Alhamdulillah, Listrik di Abdya Sudah Menyala 100 Persen
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang