Cerita Ibu yang Kembali Bekerja Usai Jeda Karir, Ini yang Dipersiapkan
Kembali bekerja setelah mengambil jeda karier bukan sekadar soal melamar pekerjaan atau memperbarui kemampuan profesional. Bagi banyak ibu, fase ini menyangkut kesiapan keluarga, mental, dan perubahan hidup sehari-hari.
Pengalaman kembali ke dunia kerja setelah jeda karier kerap diwarnai penyesuaian yang tidak sederhana. Tidak hanya soal pekerjaan, tetapi juga perubahan dalam kehidupan rumah tangga yang perlu dipersiapkan bersama.
Komunikasi dengan keluarga sebagai support system
Alif Laila, peserta program Career Reconnect, mengaku mengambil career break selama enam tahun.
Bagi Alif, tantangan terbesarnya bukan hanya lamanya jeda karier, tetapi memastikan lingkungan keluarga siap menghadapi perubahan yang akan terjadi.
“Kalau aku secara pribadi yang paling penting adalah support system untuk menjaga keluargaku yang ada di rumah, terutama untuk anak,” ujar Alif saat ditemui dalam acara Beauty That Moves: L'Oreal Reconnect Program di Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025).
Ia menuturkan bahwa keputusan untuk kembali bekerja perlu dibarengi dengan kesiapan seluruh keluarga. Perubahan yang akan terjadi tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada anak dan pasangan.
“Mempersiapkan diri bahwa ke depan akan banyak sekali perubahan yang terjadi dalam hidup saya, hidup anak, dan hidup suami. Jadi kita harus persiapkan sama-sama as a family,” ujarnya.
Ilustrasi karyawan saat bekerja di kantor.
Mempersiapkan diri untuk menghadapi ritme kerja yang cepat
Selain urusan keluarga, Alif juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi dunia kerja yang bergerak cepat. Pengalaman kerja sebelumnya membuat Alif menyadari bahwa ritme kerja akan menuntut adaptasi kembali.
“Kemudian juga mindset bahwa dunia kerja itu bekerja sangat cepat. Pace-nya akan cepat, jadi saya harus mempersiapkan diri,” kata Alif.
Ia menegaskan bahwa kesiapan mental menjadi kunci agar tidak tertinggal setelah lama meninggalkan dunia kerja.
Persiapan untuk kembali menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja juga dilakukan oleh Yunita Muliadi. Yunita mengaku mulai mempersiapkan diri dengan mencari tahu kebutuhan pekerjaan sebelum benar-benar kembali bekerja.
“Kita catch up, kira-kira kerjaan nanti butuh apa? Jadi kita udah mulai research and everything,” ujar Yunita dalam kesempatan yang sama.
Dalam pengalamannya, proses tersebut Yunita lakukan secara mandiri dengan menggali informasi tentang keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini.
Ia juga memanfaatkan berbagai fasilitas pembelajaran daring untuk memperbarui kemampuannya.
“Sekarang kan banyak juga kursus online ya. So I take one or two of that to update myself more. Kalau enggak, kita ketinggalan jauh banget kan,” ujar Yunita.
Kembali merasa layak sebagai pekerja profesional
Pengalaman senada juga dirasakan oleh Adhisty Esther, yang berhenti bekerja selama satu setengah tahun setelah melahirkan. Bagi Adhisty, kembali bekerja bukan hanya soal kesiapan teknis, tetapi juga soal kembali merasa “layak” sebagai seorang profesional.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dengan pasangan sejak awal agar perubahan yang terjadi bisa dihadapi bersama. Menurut Adhisty, pembagian peran domestik menjadi salah satu hal krusial yang perlu dibicarakan sejak awal.
“Apa yang harus kita adjust bareng-bareng. Terutama dari sisi yang ngurusin domestik rumah tangga,” ujarnya.
Membentuk lingkungan yang aman untuk anak
Kesiapan anak juga menjadi perhatian penting. Pengalaman ini disampaikan oleh Yunita yang menjalani career break selama tiga tahun karena alasan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa anaknya yang kini berusia 10 tahun dan sudah cukup mandiri, tetapi tetap perlu dipersiapkan secara emosional.
“Jadi aku juga nge-brief dia. Misalnya, mami udah mau mulai kerja lagi nih ya, I'm not at home,” ujarnya.
Menurut Yunita, anak perlu diajak memahami perubahan yang akan terjadi.
“Jadi aku lebih nge-prep ke anak dalam kondisi kamu nanti bakal belajar sendiri, tugas sendiri, dan segala macam,” katanya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang