Klub Arab Saudi Tegas Tolak Mohamed Salah, Dinilai Terlalu Toksik
Pemain depan Liverpool, Mohamed Salah, kembali menjadi sorotan setelah salah satu klub Liga Arab Saudi secara tegas menolak kemungkinan kedatangannya. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh pemilik Al Kholood, Ben Harburg, yang menilai Salah bukan tipe pemain yang cocok untuk kompetisi di negara tersebut.
Harburg menjadi sosok yang berbeda di tengah antusiasme banyak klub Arab Saudi yang berlomba merekrut Salah. Ia menolak gagasan bahwa sang bintang berusia 33 tahun itu akan membawa dampak positif bagi liga, bahkan menyebut bahwa kehadiran Salah justru dapat menjadi masalah.
Menurut Harburg, penolakan itu lahir dari sikap dan performa Salah yang dinilai tidak lagi stabil. Kontroversi terkait komentar Salah setelah beberapa kali duduk di bangku cadangan Liverpool juga memperkuat anggapannya bahwa sang pemain tidak memiliki karakter yang fokus pada kepentingan tim.
Mohamed Salah menangis mengenang Diogo Jota
"Saya rasa sudah ada, bahkan di kalangan publik, kekhawatiran yang jauh lebih besar terkait kedatangannya ke Liga Arab Saudi,” ujar Harburg dikutip dari Football365 Jumat 12 Desember 2025.
"Dia berusia 33 tahun, dia mendapat bayaran yang sangat besar sekitar setahun yang lalu, berapa pun jumlahnya, dan sejak itu performanya sangat buruk,” sambungnya.
Harburg menilai perilaku Salah akhir-akhir ini menunjukkan bahwa ia bukan pemain yang mengutamakan kebersamaan. "Dia tidak terlihat sebagai pemain tim yang baik," kata dia.
Menurutnya, tidak ada alasan menempatkan seorang pemain dalam susunan starter hanya karena reputasi masa lalu. "Kami tidak menempatkan orang dalam susunan pemain utama berdasarkan apa yang mereka lakukan tiga musim lalu atau bahkan musim lalu," tgasnya.
Lebih jauh, Harburg menyebut alasan paling mendasar mengapa klub-klub Arab Saudi tidak perlu mendatangkan Salah adalah sikapnya yang toksik. Kombinasi antara performa menurun, sikap tidak kondusif, dan kurangnya daya juang membuatnya tidak ideal untuk kompetisi.
"Semua itu, menurut saya, membentuk kombinasi faktor yang cukup toksik. Saya lebih memilih, jika harus memilih antara dia dan Vinicius, saya akan memilih Vinicius,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa klub-klub seharusnya mengincar pemain muda berusia 25 tahun yang masih berada di puncak perkembangan karier. Salah, menurutnya, sudah berada di fase akhir perjalanan sebagai pesepak bola top.
"Saya berharap kami mengejar pemain-pemain muda berusia 25 tahun dari gelombang berikutnya daripada pemain seperti Mohamed Salah, yang pasti ini akan menjadi pemberhentian terakhir dalam kariernya,” tandasnya.