Gak Cuma Hina Orang Sunda, Resbob Juga Singgung Suporter Persib

Muhammad Adimas Firdaus atau Resbob.
Muhammad Adimas Firdaus atau Resbob.

 Kontroversi yang menyeret nama Muhammad Adimas Firdaus atau Resbob kian melebar. Bukan hanya karena ucapannya yang dianggap menghina suku Sunda, tetapi juga karena ia turut menyebut dan mencaci kelompok suporter Persib Bandung, Viking. Kombinasi dua hal sensitif itu membuat kemarahan publik membesar dan membuat isu ini menjadi viral dalam waktu singkat.

Semua bermula dari sebuah konten yang ia unggah di media sosial. Dalam video tersebut, Resbob melontarkan kalimat kasar yang langsung menyulut emosi, terutama di kalangan bobotoh dan masyarakat Sunda.

“Ang. Viking ang. Pokoknya semua Sunda a**ng!*” ujar Resbob dalam video viral yang kini tersebar di berbagai platform, dikutip Jumat 12 Desember 2025. 

Serangan verbal itu memicu reaksi keras karena menyasar dua identitas yang sangat sensitif: kesukuan dan kebanggaan suporter klub sepak bola. Kelompok Viking yang dikenal sebagai basis pendukung besar Persib Bandung merasa diserang secara langsung, sementara masyarakat Sunda tersinggung karena ucapannya menggeneralisasi seluruh suku.

Kondisi makin panas ketika video tersebut menyebar tanpa konteks tambahan, membuat warganet menilai tindakan Resbob sebagai provokasi terang-terangan. Banyak yang menudingnya sengaja mencari sensasi dan engagement dengan menyerang kelompok yang memiliki solidaritas kuat.

Melihat semakin banyaknya kecaman, Resbob kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui akun TikTok-nya. Ia mengaku tidak menyangka bisa melontarkan ucapan tersebut.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf ucapan itu, keluar dari mulut saya,” aku Resbob.

Ia mencoba menegaskan bahwa tidak mungkin dirinya membenci suku Sunda karena sejak kecil diasuh oleh ibu sambung berdarah Sunda.

“Hal itu mustahi dibesarkan dengan kasih sayang seorang ibu sambung yang berdarah Sunda, tepatnya orang Tasikmalaya,” jelasnya.

Resbob juga menyebut kedekatannya dengan kiai asal Sunda. Ia memastikan bahwa ucapan itu tidak dilakukan secara sadar.

“Hal tersebut di luar dari kesadaran saya yang mengakibatkan ini adalah kecelakaan murni,” tuturnya.

Permintaan maaf itu ditutup dengan penyesalan mendalam.

“Sekali lagi izinkan saya mohon maaf demi akhirat lahir batin, terutama kepada Kiai saya,” pungkasnya.

Meski begitu, klarifikasi Resbob tidak berhasil meredam amarah. Banyak warganet menganggap ia tidak cukup menyinggung secara spesifik soal hinaannya kepada Viking dan komunitas suporter Persib, sehingga permintaan maafnya dianggap tidak utuh dan kurang bertanggung jawab.

“Siapa yg tidak setuju permintaan maaf dia gaes???” tanya netizen.

“TIDAK ADA KATA MAAF, HARUS HUKUM ADAT,” tegas yang lain. 

“MAAF SAYA SEBAGAI ORANG SUNDA, MENOLAK PERMINTAAN MAAF ANDA,” kata warganet.

Hingga kini, respons negatif terus berdatangan. Banyak bobotoh dan masyarakat Sunda mendesak agar Resbob diberi konsekuensi lebih dari sekadar pernyataan maaf.