Teknologi Percepat Panen: Alat Modern Dorong Produktivitas Petani Kakao di Lombok Utara
Di tengah tantangan akses sarana modern dan literasi keuangan, kelompok petani kakao di Lombok Utara kini mulai merasakan manfaat langsung dari pemanfaatan teknologi pertanian dan edukasi digital dari PT Atome Finance Indonesia, penyedia layanan Buy Now Pay Later (BNPL).
Dukungan ini hadir melalui program pemberdayaan yang menitikberatkan pada efisiensi kerja, modernisasi alat, serta peningkatan pemahaman keuangan digital bagi masyarakat di wilayah 3T.
Kelompok Tani Tamara di Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, menjadi salah satu penerima manfaat. Selama ini, sebagian besar proses kerja petani masih dilakukan secara manual, terutama perawatan tanaman dan pengangkutan hasil panen. Cara tradisional tersebut bukan hanya menyita banyak waktu, tetapi juga menguras tenaga.
Ilustrasi petani kakao
Program pemberdayaan tersebut menghadirkan bantuan berupa peralatan pertanian kakao lengkap, mulai dari mesin pemotong rumput dan gergaji mesin hingga satu unit kendaraan motor roda tiga multifungsi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendorong petani beralih ke metode kerja yang lebih produktif, cepat, dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus sejalan dengan upaya meningkatkan inklusi keuangan di daerah 3T. Kabupaten Lombok Utara sendiri telah ditetapkan sebagai wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar berdasarkan Perpres Nomor 63 Tahun 2020.
Oleh karena itu, dorongan literasi digital menjadi bagian penting dalam program ini. Salah satu sesi edukasi berjudul “Kenali Paylater dengan Cerdas: Manfaatkan Fitur dan Hindari Risiko Penipuan” diberikan kepada para petani untuk memperkuat pemahaman mereka terkait layanan keuangan digital yang aman dan bijak.
Fokus kuat pada literasi ini ditegaskan kembali oleh Direktur Utama PT Atome Finance Indonesia, Meri Ui.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat terutama UMKM harus dilakukan secara menyeluruh. Dukungan kami tidak hanya melalui alat dan fasilitas untuk bekerja, tetapi juga melalui peningkatan literasi keuangan. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap layanan keuangan digital, para petani dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih cerdas, membuat keputusan yang tepat, dan terhindar dari risiko penipuan yang merugikan,” ujar Meri dalam keterangan resminya, Rabu 10 Desember 2025.
Pendekatan yang menggabungkan antara alat modern dan pendidikan keuangan digital ini menjadi dua pilar utama untuk memperkuat ekonomi lokal. Modernisasi teknologi memungkinkan proses budidaya dan distribusi hasil panen berlangsung lebih cepat dan efisien. Sementara edukasi digital membantu petani memahami cara memanfaatkan layanan keuangan secara aman, terutama di tengah meningkatnya kasus penipuan digital yang kerap menyasar masyarakat pedesaan.
Inisiatif tersebut juga memperkuat kontribusi sektor digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah 3T. Melalui program bertema Tumbuh Bersama, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan dampak sosial positif bagi komunitas lokal dan membantu masyarakat bergerak menuju kesejahteraan yang lebih baik.