PGN Saka Geber Pilot Project Low Carbon Initiative, SKK Migas Beri Apresiasi

PGN Saka, Pilot Project Low Carbon Initiative
PGN Saka, Pilot Project Low Carbon Initiative

Perusahaan hulu migas bagian dari Subholding Gas Pertamina, PT Saka Energi Indonesia alias PGN Saka, berhasil meraih penghargaan sebagai Pilot Project Low Carbon Initiative (LCI) dari SKK Migas, melalui program penanaman pohon mangrove yang dijalankan oleh Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL).

Kepala Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen PGN Saka, dalam mendukung keberlanjutan kegiatan hulu migas serta memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Terima kasih dan apresiasi atas dedikasi, kerjasama dan sinergi rekan-rekan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya yang konsisten dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Semoga pencapaian ini terus menginspirasi dalam peningkatan kualitas program PPM ke depan,” kata Eka Bhayu dalam keterangannya, Selasa, 9 Desember 2025.

Pertamina dan KKP mengembangkan Kawasan Mangrove Nasional Kamal Muara di Jakarta

PGN Saka dinilai unggul dalam mengimplementasikan program lingkungan secara terstruktur dan menyeluruh. Melalui upaya konservasi mangrove, perusahaan berkontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, mengatasi abrasi, serta melindungi flora dan fauna di sekitarnya.

General Manager SIPL sekaligus Direktur Operasi PGN Saka, Achmad Agus Miftakhurrohman mengatakan, program pembibitan mangrove dilakukan secara mandiri dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal, dan diperkuat oleh Peta Jalan Restorasi dan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Banyuurip Mangrove Center sebagai pedoman implementasi jangka panjang.

“Penghargaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat upaya pengurangan emisi GRK dan konservasi lingkungan. Konservasi mangrove bukan sekadar program, tetapi komitmen jangka panjang PGN Saka untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Agus.

Kolaborasi internal yang efektif antara fungsi Health Safety Security Environment (HSSE) dan program Pelibatan Pengembangan Masyarakat (PPM), dinilai juga turut memastikan pelaksanaan penanaman pohon sesuai dengan standar LCI hulu migas.

Hingga saat ini, PGN Saka telah menanam 70.000 mangrove, melampaui target KPI yang telah ditetapkan. Perusahaan juga memperkuat komitmen lingkungan melalui penandatanganan MoU pengelolaan keanekaragaman hayati di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah, Jawa Timur. Tidak hanya itu, PGN Saka juga dinilai proaktif dalam menjalankan program pilot project LCI.

Pencapaian ini semakin memperkuat komitmen PGN Saka dalam menjalankan kegiatan hulu migas yang aman, bertanggung jawab, dan berwawasan lingkungan.

Melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, PGN Saka memastikan bahwa setiap kegiatan operasional tidak hanya memenuhi standar industri, tetapi juga memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.