Top 13+ Rumah dan Satu Masjid Terendam Lahar Semeru, BPBD Salurkan Bantuan Darurat

Masjid di Lumajang diterjang lahar Semeru, Lumajang, Jatim
Masjid di Lumajang diterjang lahar Semeru, Lumajang, Jatim

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melaporkan bahwa banjir lahar hujan dari Gunung Semeru merendam 13 rumah, satu warung, dan satu masjid di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyebutkan bahwa data awal menunjukkan sejumlah fasilitas warga terdampak oleh aliran lahar. "Data awal sebanyak 13 rumah, satu masjid, dan satu warung di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro yang terdampak lahar Semeru," kata Isnugroho di Lumajang, Minggu (7/12/2025)

Deretan rumah yang terdampak diketahui milik Karmani, Poniman, Arifin, Suhartono, Ajinal Yusuf, Gundut Sugito, Hidayat, KH. Senamin, Budiana, Matsaleh, Dedi, Mayar, dan Jumali—seluruhnya merupakan warga RW 06 di dusun setempat.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.100 meter di atas puncak

Selain itu, tiga sepeda motor milik warga juga tertimbun lumpur akibat terjangan banjir lahar pada Sabtu (6/12) sore. "Selain rumah, ada tiga motor warga yang terpendam lumpur pascabanjir lahar hujan disertai material vulkanik Semeru yang menerjang kawasan Dusun Sumberlangsep pada Sabtu (6/12) sore," tuturnya.

Isnugroho menambahkan bahwa BPBD Lumajang telah menyalurkan bantuan sejak hari kejadian. "Hari ini kami juga mengirimkan bantuan untuk warga di Dusun Sumberlangsep yang terisolasi agar kebutuhan makanan dan lainnya terpenuhi," katanya.

Sementara itu, banjir lahar yang terus mengalir ke wilayah permukiman membuat warga setempat mengungsi ke tiga titik di kawasan perbukitan. Di Pos Pengungsian 1, terdapat 107 warga yang terdiri dari 39 laki-laki, 43 perempuan—satu di antaranya sedang hamil—21 anak-anak, dan empat bayi.

Di Pos Pengungsian 2, jumlah pengungsi mencapai 173 orang, terdiri dari 85 laki-laki, 77 perempuan—dua di antaranya sedang hamil—serta 11 anak-anak. Sementara itu, Pos Pengungsian 3 menampung 115 warga, terdiri dari 49 laki-laki, 48 perempuan—dua di antaranya sedang hamil—15 anak-anak, dan tiga bayi.

Secara total, Dusun Sumberlangsep dihuni 138 KK atau 512 jiwa. Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan solusi untuk mencegah banjir lahar kembali menerjang permukiman mereka.

Sebagian warga juga telah mendirikan tenda darurat di perbukitan sebagai langkah antisipasi apabila banjir lahar Semeru kembali terjadi sewaktu-waktu. (Sumber ANTARA)