Kesaksian Pembalap Astra Honda Soal Kerasnya Persaingan di ARRC 2025 Buriram

Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) kelas SS600, Adenanta Putra
Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) kelas SS600, Adenanta Putra

Astra Honda Racing Team (AHRT) menurunkan tiga orang jagoan balapnya di kelas SS600, pada race pertama seri terakhir Asia Road Racing Championship (AARC) 2025, yang digelar di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada Sabtu, 6 Desember 2025.

Ketiganya yakni Herjun Firdaus, Rheza Danica Ahrens, dan Adenanta Putra. Namun, Herjun pun harus mengakhiri lomba di peringkat kedelapan, dengan dua rekan setim lainnya yakni Rheza dan Adenanta yang gagal finis.

"Saya belum menemukan performa terbaik sampai kualifikasi sehingga harus start dari posisi 13. Tapi saya masih yakin bisa bertarung karena jarak antara pebalap posisi terdepan juga tidak terlalu jauh catatan waktunya," kata Herjun saat ditemui usai race, Sabtu sore, 6 Desember 2025.

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT)

Dia berharap, setelah start masih bisa terus menekan tensi pertandingan, namun sayangnya terjadi sedikit insiden sehingga dirinya harus melambat.

"Akhirnya saya harus puas finish di posisi 8. Besok (Minggu) saya akan berusaha lebih keras lagi," ujarnya.

Dalam balapan kelas SS600 pada Sabtu, 6 Desember 2025 kemarin, terjadi insiden di lap 2. Dimana, Rheza yang sebenarnya berpeluang untuk bersaing di Buriram meski harus memulai balapan dari urutan keenam, mengalami insiden pada lap kedua membuatnya terjatuh.

"Saya bisa dapatkan catatan waktu yang cukup baik dan start dari posisi 6. Sayang sekali di lap 2 ada insiden dan saya tidak bisa menghindar. Race ini saya harus menyelesaikan balapan lebih cepat. Saya akan berusaha raih hasil lebih baik di race 2 besok," ujarnya.

Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Final ARRC 2025

Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Final ARRC 2025

Kemudian, Adenanta dapat dibilang menjadi pembalap paling sial. Karena meskipun sebelum balapan pertama Dirinya memimpin klasemen dengan keunggulan delapan angka atas Kasma Daniel, namun akhirnya Dia harus rela dikudeta oleh pembalap Malaysia itu.

"Sayang sekali, saya harus tersingkir saat balapan baru saja dimulai. Saya kehilangan traksi dan terlempar di lap pertama. Tapi semua belum berakhir," kata Adenanta.

"Saya masih ada peluang untuk rebutkan juara Asia di race 2 besok. Saya akan lebih fokus dan berusaha maksimal raih impian saya. Mohon doa dan dukungannya," ujarnya.