Prakiraan Cuaca Banten 6 Desember 2025, Hujan Ringan di Wilayah Ini

BMKG, cuaca Banten, prakiraan cuaca Banten, cuaca tangerang, Prakiraan Cuaca Banten 6 Desember 2025, Hujan Ringan di Wilayah Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi cuaca untuk Provinsi Banten sepanjang hari ini, Sabtu (6/12/2025).

Pada hari ini, BMKG memprakirakan cuaca di Provinsi Banten akan didominasi hujan sedang.

Dilansir dari laman resmi BMKG, berikut prakiraan cuaca Banten selengkapnya pada hari ini:

  • Pandeglang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 22-31 derajat Celsius.
  • Lebak diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 22-32 derajat Celsius.
  • Serang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 22-31 derajat Celsius.
  • Kota Tangerang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 22-31 derajat Celsius.
  • Kota Cilegon diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 22-30 derajat Celsius.
  • Kota Serang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 22-31 derajat Celsius.
  • Kota Tangerang Selatan diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 22-31 derajat Celsius.

Waspadai cuaca ekstrem di akhir tahun 2025

BMKG mengingatkan bahwa meskipun Indonesia umumnya tidak berada pada jalur siklon, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut, seperti Siklon Senyar yang menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem lebih dari 380 mm/hari di Aceh beberapa waktu lalu.

BMKG memprakirakan, pada 28 Desember–10 Januari, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB, hingga sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi (300-500 mm per bulan).

Di sisi lain, potensi banjir rob juga perlu diwaspadai di pesisir Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat, terutama akibat fase perigee dan bulan purnama pada pertengahan Desember.

Untuk mendukung percepatan penanganan darurat dan distribusi logistik, BMKG bersama BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga bandara, yaitu Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Sumut), dan Bandara di Padang.

Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.

“OMC hanya bisa dilakukan bila gubernur menetapkan status siaga darurat. Tanpa itu, operasi tidak bisa dijalankan karena biaya dan risikonya sangat besar,” jelasnya, dilansir dari laman resmi BMKG.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang