Perpaduan Volnewmer, Ultraformer, dan Volformer dalam Estetika, Hasil Lifting dan Tightening Lebih Optimal

Teknologi kecantikan Volnewmer, Ultraformer MPT, VolFormer
Teknologi kecantikan Volnewmer, Ultraformer MPT, VolFormer

Perkembangan teknologi estetika terus bergerak cepat, dan kini para dokter tidak lagi hanya mengandalkan satu metode untuk mendapatkan hasil yang ideal. Dalam diskusi medis terbaru, perpaduan teknologi seperti Volnewmer, Ultraformer MPT, dan Volformer semakin menonjol karena dianggap mampu memberikan hasil lifting dan tightening yang jauh lebih seimbang. 

Di dunia estetika, banyak pasien sering datang dengan harapan wajah dapat terlihat lebih kencang atau lebih terangkat. Namun, lifting saja tidak cukup untuk menciptakan hasil menyeluruh. 

Ultraformer MPT dikenal dengan teknologi energy-based-nya yang berfokus pada efek lifting. Setelah prosedur ini, wajah akan terlihat lebih tertarik ke atas, lebih lifting atau V-shape. Teknologi ini bekerja pada lapisan yang lebih dalam untuk menghasilkan tarikan yang natural tanpa downtime signifikan.

Namun, hasil lifting saja belum cukup menciptakan tampilan kulit yang rapi dan sehat. Di sinilah perangkat seperti Volnewmer dan Volformer memainkan peran penting untuk menciptakan efek tightening. 

Kenyamanan pasien juga menjadi nilai tambah dari teknologi ini. Seperti yang ditegaskan dokter spesialis kulit dan estetika, dr. Achmad Yudha, ketika membahas prosedur Volformer. Pasien bahkan bisa langsung beraktivitas, berenang, atau menggunakan skincare seperti biasa.

“After treatment, bener-bener nggak ada perawatan khusus, jadi ketika sudah selesai pengerjaan, paling hanya merah dikit banget yang hilang dalam hitungan jam. Dan kalau ada bengkak pun bengkaknya minimal banget, jadi pas datang keluar-keluar tuh nggak kelihatan habis diapa-apain, cuma langsung kenceng aja tiba-tiba,” jelas dr. Yudha di forum Classys User Meeting 2025 di Gading Serpong pada Kamis, 4 Desember 2025. 

Menariknya, teknologi yang dipakai bukanlah teknologi baru sepenuhnya. Teknologi ini berasal dari yang sebelumnya sudah ada namun dibuat hasilnya menjadi lebih baik dan nyaman untuk pasien maupun dokter. 

“Teknologi bukan yang paling baru, tapi perusahaan itu membuat gimana caranya teknologi yang sudah cukup lama menjadi yang sangat nyaman dan hasil lebih efisien,” jelasnya lagi.

Dengan peningkatan signifikan dari versi sebelumnya, hasil treatment kini bisa bertahan hingga hampir dua tahun, tergantung kondisi kulit masing-masing pasien.

Efektivitas kombinasi ini juga semakin kuat ketika disandingkan dengan perawatan lain seperti salmon DNA dan skin booster berbasis hyaluronic acid. 

Dalam praktiknya, dokter kecantikan Mathelda Weni bahkan telah mengemas pendekatan ini dalam sebuah nama treatment khusus. 

“Di klinik saya ada satu nama treatment yang merupakan kombinasi dari kedua treatment tersebut, namanya Foundational Treatment,” katanya. Ini adalah sebuah konsep yang menekankan bahwa kombinasi lifting dan tightening bukan lagi pelengkap, tetapi fondasi dari perawatan estetika modern.

Perpaduan teknologi Volnewmer, Ultraformer MPT, dan Volformer bukan hanya mengikuti tren, tetapi memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk hasil yang lebih natural, berlapis, dan bertahan lama. Dalam era ketika pasien tidak hanya menginginkan perubahan instan tetapi juga kenyamanan serta efek jangka panjang, kombinasi ini menjadi jawaban yang terus berkembang dan relevan.

Forum ini juga menghadirkan dokter dari Korea, Thailand, dan Indonesia yang membahas teknologi Volnewmer, Ultraformer MPT, dan VolFormer. Dr. Boncheol Leo (Korea)  Goo membuka sesi dengan penjelasan sinergi kedua teknologi utama tersebut, disusul insight klinis dari dr. Ahmad Haykal A.R.B dan pemaparan monopolar RF oleh dr. Isabella Rosellini.

Dr. Nititam Ratkasikorn (Thailand) turut membagikan data penggunaan kombinasi teknologi itu di Thailand, sementara studi kasus seperti MPT Hair oleh dr. Christiani Natalia menambah perspektif baru dalam aplikasi perawatan energi untuk kulit dan rambut.