Musyawarah ISTMI XIII Dorong Strategi Re-Industrialisasi untuk Akselerasi Ekonomi RI 2025

Musyawarah Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia XIII
Musyawarah Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia XIII

 Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI) sukses menyelenggarakan Musyawarah Anggota XIII dengan mengusung tema “Peran ISTMI dalam Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8%: Strategi Re-Industrialisasi untuk Akselerasi Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan berlangsung pada Kamis, 27 November 2025 di ITB Kampus Jakarta, Gedung Indorama Lantai 12, Jakarta Selatan. Acara digelar secara hybrid dan diikuti 32 peserta secara luring serta 46 peserta daring.

Musyawarah dibuka oleh Ketua Panitia Pelaksana Dr. Ir. Moh. Mawan Arifin, S.T., MM., IPU., kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Umum ISTMI 2022–2025 Ir. Halid Ali Balfas, S.T., IPU., serta sambutan Ketua Dewan Penasihat ISTMI Ir. Bakti S. Luddin, MBA., IPU.

Acara turut menghadirkan sesi berbagi bersama para pendiri dan mantan Ketua Umum ISTMI seperti Ir. Syahril Anwar, Ir. Adirizal Nizar, Ir. Bakti S. Luddin, Ir. I Made Dana M. Tangkas, serta Ir. Faizal Safa dengan moderator Dr. Herfiani Rizkia, S.TP., M.Si.

Dorong Transformasi Ekonomi dan SDM

Sebelum memasuki agenda musyawarah, ISTMI menggelar talkshow dengan keynote address dari Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek RI Prof. Ir. Togar Mangihut Simatupang, M.Tech., Ph.D., IPU., yang menekankan pentingnya peran ISTMI dalam mendukung pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.

Talkshow  dipandu oleh Ir. Yenny Widianty, MT., IPU., ASEAN Eng, menghadirkan empat pembicara lintas sektor. Dari unsur pemerintah, Dr. Ir. Rizal Affandi Lukman, M.A. yang menyampaikan bahwa untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045, Indonesia perlu tumbuh rata-rata minimal 6,25 persen setiap tahun melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan transformasi struktural sektor riil. Ia menegaskan Teknik Industri berperan sebagai arsitek transformasi sistem secara menyeluruh.

Sementara dari unsur akademisi, Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA. menekankan pembangunan SDM sebagai kunci daya saing bangsa, termasuk pengembangan immersive education di daerah tertinggal.

Dari unsur komunitas, Ir. Kristanto Santosa, M.Sc. menyoroti pentingnya pola pikir inovasi dalam pertumbuhan ekonomi berbasis ekosistem kolaborasi seperti triple helix hingga deca helix.

Sedangkan dari unsur media, Ir. Raden Mas Harlin Erlianto Rahardjo, M.Sc. menyampaikan bahwa ekosistem media memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Peran alumni Teknik Industri dapat menjadi integrator dalam membangun ruang narasi Indonesia Emas 2045. 

Adapun musyawarah Anggota XIII menghasilkan beberapa keputusan penting, meliputi: Pengesahan Anggaran Dasar ISTMI; Tata Tertib Musyawarah Anggota XIII; Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO); Penetapan struktur Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas.

ISTMI  menetapkan Ir. Halid Ali Balfas, S.T., IPU. sebagai Ketua Dewan Pengurus periode 2025–2028. Sementara Dewan Pengawas terdiri atas Zaldy Masita, S.T., MBA.: Ir. Tommy Eka Sriyono Utomo, MBA, dan Dr. Ir. Erwin Susanto Sadirsan, MM., MBA.

Ketua Umum ISTMI, IrHalid Ali Balfas, S.T., IPU menyampaikan komitmen menjalankan program sesuai GBHO yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, termasuk mendorong industrialisasi nasional guna mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8%.

Momen Strategis Menuju Indonesia Emas

Musyawarah Anggota XIII menjadi momentum konsolidasi ISTMI dalam memperkuat kontribusi Teknik Industri dan Manajemen Industri terhadap agenda re-industrialisasi, transformasi ekonomi, dan peningkatan daya saing bangsa.

Organisasi profesi yang berdiri sejak 22 November 1986 ini menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, industri, dan media dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.