Legenda Chelsea Terkesan dengan Skuad Muda The Blues, Ingatkan Soal Ini
Legenda Chelsea, Gary Cahill, mengaku terkesan dengan apa yang sudah diraih oleh skuad muda The Blues sejauh ini.
Namun, dia mengingatkan akan konsistensi yang dibutuhkan untuk menjaga posisi klub di papan atas.
Gary Cahill hadir di Jakarta pada Sabtu (29/11/2025) sore WIB. Eks pesepak bola berpaspor Inggris itu hadir di Ascott Sudirman, Jakarta.
Selama di Jakarta, Cahill memiliki sejumlah agenda. Mulai dari berbincang dengan media juga melakukan meet and greet dengan para penggemar.
Salah satu pertanyaan yang dilempar oleh awak media adalah mengenai pendapatnya tentang skuad Chelsea musim ini yang menjadi salah satu tim termuda di Premier League dengan rataan usia 23 tahun.
Cahill mengaku kondisi tersebut sempat menjadi kendala pada awalnya ketika terdapat perubahan besar-besaran pada skuad The Blues ketika Roman Abramovich menjualnya ke pengusaha Amerika Serikat, Todd Boehly, pada 2022 silam.
Situasi tersebut sempat membuat prestasi Chelsea menurun. Bahkan, mereka terdampar di posisi 12 pada musim 2022/2023.
Tetapi, perlahan para pemain muda The Blues mampu menunjukkan peningkatan performa yang berujung pada trofi Liga Konferensi Eropa pada musim lalu.
The Blues bahkan di bawah asuhan Enzo Maresca sukses memenangi Piala Dunia Antar Klub FIFA 2025 di musim panas lalu.
Senang Melihat Posisi Skuad The Blues
Pada kampanye terkini, Chelsea duduk di peringkat kedua, menempel ketat Arsenal di puncak klasemen sementara.
"Saya sangat senang ketika melihat di mana posisi mereka sekarang. Memang butuh waktu untuk menangani para pemain muda," kata Cahill.
"Saya katakan bahkan untuk sekarang, setelah beberapa musim, mereka masih salah satu tim termuda di liga," lanjutnya.
Menurut Cahill, satu catatan positif yang membuat Chelsea saat ini jauh berkembang adalah rasa haus prestasi yang dimiliki oleh para pemain muda.
Legenda Chelsea, Gary Cahill, berada di kamar bertemakan Chelsea
Enzo Fernandez dkk juga semakin matang lantaran mendapatkan jam terbang yang cukup di kompetisi yang membuat mereka belajar mengatasi berbagai situasi di lapangan.
"Musim lalu, mereka mampu juara Liga Konferensi Eropa. Itu merupakan tekanan yang besar tapi mereka bisa mengatasinya dengan jadi juara," ucap pria 39 tahun.
"Dengan trofi pertama, perasaan pertama kali juara, yang mana itu sangat besar dampaknya, karena bagi saya, ketika pertama kali bisa juara, saya menginginkannya lagi dan lagi."
"Kemudian, Anda pergi ke Piala Dunia Antar Klub di musim panas dengan skuad seperti ini dan memenangkannya. Anda bisa melihat, tim muda bisa mendapatkan pengalaman dengan terus bermain," jelasnya.
Selain pujian, Cahill juga menyoroti inkonsistensi yang masih melanda Chelsea.
Namun, menurutnya itu masih wajar melihat komposisi tim The Blues yang saat ini banyak mengandalkan pemain berusia di bawah 25 tahun.
"Saya tetap mengatakan, musim ini mungkin saja terjadi momen inkonsistensi karena tim ini adalah tim muda. Dan saya pikir ini adalah langkah berikutnya bagi Chelsea untuk meningkatkan level konsistensinya," ujar Cahill.
Bagi Cahill, duel kontra Arsenal bisa menjadi bukti di tahap mana level konsistensi Chelsea saat ini.
Namun, dia yakin The Blues bisa tampil baik setelah tak terkalahkan dalam enam laga terakhirnya di semua kompetisi.
Apalagi, The Blues baru saja mengalahkan Barcelona dan bakal bertindak sebagai tuan rumah saat menghadapi Arsenal di Stamford Bridge.
"Pada momen ini, mereka berada di posisi yang bagus dan mereka telah melakukannya dengan baik," tutur dia.
Kamar Bertemakan Chelsea
Legenda Chelsea, Gary Cahill, berada di kamar bertemakan Chelsea
Selain menghadiri media session, Cahill juga turut meresmikan salah satu kamar di Ascott Sudirman yang bertemakan Chelsea.
Kamar tersebut memiliki tembok dengan cat warna biru, serupa dengan warna klub, dan dilengkapi dengan foto dan sejumlah perlengkapan bertemakan Chelsea.
Mulai dari foto para legenda, seperti Frank Lampard dan Gianfranco Zola, logo klub, sarung tangan Carlo Cudicini, jersey yang sudah ditandatangani para pemain musim ini, sepatu bol yang telah ditandatangani John Terry, dan bola Chelsea.
Kamar ini juga dilengkapi dengan tempat tidur yang terdapat foto para pemain Chelsea ketika momen adu penalti di final Liga Champions 2012.
Tak ketinggalan, pigura jersey The Blues yang telah ditandatangani oleh Gary Cahill.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang