Kecewa Berat! Bojan Hodak Ungkap Penyebab Persib Takluk dari Lion City Sailors

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak

 Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, gagal menyembunyikan rasa kecewanya usai kekalahan 2–3 dari Lion City Sailors (LCS) dalam pertandingan kelima Grup G AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026 di Stadion Bishan, Singapura. Hasil ini membuat langkah Maung Bandung ke babak 16 besar harus tertunda.

Hodak menegaskan bahwa kekalahan bukan semata karena faktor eksternal — melainkan kesalahan internal tim sendiri, terutama di sektor pertahanan. “Kami telah mencetak dua gol dan pada akhirnya kalah. Anda harus bertanya pada diri sendiri. Khususnya tentang lini pertahanan,” kritiknya keras dilansir situs resmi Persib.

Dari Modal Kemenangan ke Malapetaka: Ekspektasi vs. Kenyataan

Menjelang laga, Hodak sudah menyatakan bahwa meski secara matematis Persib hanya butuh satu poin untuk lolos ke fase knock-out, dirinya tetap menargetkan tiga poin penuh. Ia mengingatkan tim agar tak bermain aman — mengejar imbang bisa membuat mereka lengah.

Keputusan tersebut bukan tanpa dasar. Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi — tujuh pertandingan beruntun berakhir dengan kemenangan dalam berbagai kompetisi. 

Namun kenyataan di lapangan jauh dari harapan. Tekanan di level Asia, plus kesalahan-kesalahan kecil di pertahanan, membuat Persib gagal mempertahankan momentum — sekaligus memutus tren positif mereka. 

Hodak: Kekalahan Ini Karena “Kesalahan Pelatih dan Tim”

Dalam konferensi pers pasca-laga, Hodak secara tegas menyatakan bahwa kekalahan itu bukan semata nasib buruk. Menurutnya, banyak peluang tercipta — tapi penyelesaian akhir dan koordinasi defensif gagal. “Penyelesaian akhirnya kurang baik,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengaku bahwa kesalahan ini juga merupakan tanggung jawab pelatih — bukan hanya pemain. Kata Hodak, “semuanya kesalahan pelatih sehingga mereka (tim) harus mengalami kekalahan.”

Namun ia tak menyerah total: meskipun langkah ke 16 besar tertunda, Hodak meminta tim untuk bangkit dan memfokuskan diri pada laga-laga berikutnya. 

Duel Lion City Sailors vs Persib Bandung

Kritik Nyata pada Lini Pertahanan dan Mentalitas

Kekalahan 2–3 ini menjadi alarm bagi Persib. Lini pertahanan — yang sempat menjadi benteng andalan — rapuh di laga krusial ini. Kesalahan kecil menjadi momen krusial: determinasi, konsentrasi, dan disiplin pertahanan tampak melemah.

Hodak secara tidak langsung mengritik mentalitas tim saat menghadapi tekanan di level Asia. Di kompetisi seperti ACL 2, celah sekecil apa pun bisa berbuah fatal — dan Persib membayar mahal akibat itu.

Pelajaran Berat, tapi Tekad untuk Bangkit Tetap Ada

Bagi Hodak dan Persib, kekalahan ini bukan akhir dari segalanya — melainkan “koreksi keras”. Ia meminta tim untuk tidak terlarut dalam kekecewaan, tetapi segera mengevaluasi aspek defensif dan penyelesaian akhir. 

Meski peluang ke 16 besar tertutup untuk saat ini, pengalaman di level Asia menjadi pelajaran penting bagi Persib — terutama soal mentalitas, disiplin, dan kesiapan menghadapi tekanan besar.

Saatnya Hadapi Kenyataan, Bangkit dengan Lebih Siap

Kekalahan dari Lion City Sailors bukan sekadar hasil buruk — itu refleksi serius atas kesalahan internal dan kurangnya konsistensi di momen krusial. Kritik tajam dari Bojan Hodak seharusnya jadi wake-up call bagi seluruh elemen Persib: manajemen, pelatih, maupun pemain.

Dengan modal evaluasi, kedewasaan mental, dan semangat juang tinggi, Persib masih punya kesempatan untuk bangkit. Namun satu hal pasti: mereka harus terbebas dari rasa nyaman — dan siap menghadapi kerasnya kompetisi Asia.