Ikbal Ismail: Jangan Percaya Iming-Iming Haji Furoda, 2026 Sudah Tidak Ada
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pada penyelenggaraan haji 2026 tidak ada lagi jalur haji furoda, sehingga masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan keberangkatan melalui visa nonkuota. Peringatan ini disampaikan untuk mencegah calon jamaah terjebak iming-iming keberangkatan cepat tanpa prosedur resmi.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji 2025 sudah banyak diwarnai persoalan terkait jamaah furoda.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kabid PHU) Kemenag Sulsel Ikbal Ismail
"Saya ingatkan, jangan ada yang percaya iming-iming bisa memberangkatkan haji tanpa jalur resmi karena pemerintah Arab Saudi tahun ini tidak lagi menerima haji furoda," ujarnya di Makassar, Selasa (26/11/2025).
Ikbal menerangkan bahwa haji furoda merupakan program di luar kuota haji nasional Indonesia yang memakai visa mujamalah (nonkuota) dari Pemerintah Arab Saudi. Selama bertahun-tahun jalur ini dianggap menjadi alternatif untuk berangkat lebih cepat tanpa harus menunggu antrean panjang.
Namun, kondisi tersebut berubah. Menurut Ikbal, pada 2025 masih ada beberapa jamaah yang dapat menggunakan jalur itu, tetapi mulai 2026 jalur furoda sudah nyaris tidak ada lagi.
“Jadi itu yang saya katakan, jangan percaya biro travel dan umrah yang mengaku bisa memberangkatkan jamaah haji melalui jalur furoda karena itu tidak ada lagi tahun ini," tegasnya.
Ikbal yang bertugas dalam penyelenggaraan haji 2025 juga menggambarkan ketatnya pengawasan Pemerintah Arab Saudi terhadap jamaah nonresmi. Tahun lalu, akses masuk ke Kota Makkah diperketat hingga warga Indonesia yang sudah lama tinggal di kota tersebut pun tidak dapat masuk tanpa dokumen lengkap.
"Hotel tempat kami pun sempat beberapa kali digerebek hanya karena ada cleaning service yang tidak memiliki izin tinggal selama musim haji," ujarnya. (Sumber ANTARA)