Top 49+ RT di Sidoarjo Masih Kebanjiran, Warga Keluhkan Sungai Tak Dinormalisasi

sungai, Tanggulangin, Jawa Timur, Sidoarjo, kebanjiran, 49 RT di Sidoarjo Masih Kebanjiran, Warga Keluhkan Sungai Tak Dinormalisasi

Hampir sepekan banjir masih menggenangi wilayah Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. 

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 49 RT di tujuh desa masih terdampak genangan air dengan ketinggian 5 hingga 40 sentimeter. 

Kondisi ini kembali dikeluhkan warga yang merasa menjadi langganan banjir setiap akhir tahun.

Irul, warga Desa Banjarasri, mengatakan wilayah Banjarasri dan Kedungbanteng berada di kontur cekung sehingga rawan tergenang saat hujan deras.

“Tentunya perlu ditambah pompa, apalagi pompa yang ada di Desa Banjarasri sering mati-matian, kadang juga blower-nya pakai punya warga,” keluh Irul, Selasa (25/11/2025).

Ia juga meminta agar sungai di Banjarasri diperlebar dan sungai di Kedungbanteng dinormalisasi karena kondisinya sudah tidak mampu menampung debit air.

“Harus ada penanganan yang lebih serius, masak dari dulu sungai itu sudah tidak dinormalisasi, masa ya kami setiap tahun begini terus,” tambahnya.

Sekolah Tergenang, Siswa Belajar Daring

Warga menyebut banjir ini sudah menjadi langganan saat musim hujan. “Seperti biasa, saat sekolahan banjir siswanya diliburkan. Belajar secara daring,” ujar Zainul, warga yang melintas.

Banjir merendam SMPN 2 Tanggulangin dan SDN Kedungbanteng. Kedua sekolah yang berdekatan itu kini tergenang sehingga seluruh aktivitas belajar mengajar dialihkan secara daring.

Menurut warga, banjir mulai muncul sejak Kamis (20/11/2025), namun ketinggian air meningkat drastis setelah hujan lebat pada Sabtu (22/11/2025) dan Minggu (23/11/2025). 

“Sudah masuk ke rumah warga dan sekolahan,” ujar warga lainnya.

Di jalan utama Desa Kedungbanteng, ketinggian air mencapai 20–30 sentimeter, sementara pada beberapa titik lainnya mencapai 40 sentimeter. Rata-rata banjir berada pada kisaran 10–40 sentimeter.

Tujuh Desa Terdampak, Seluruh Pompa Dioperasikan

Camat Tanggulangin Sabino Mariano mengatakan tujuh desa masih terendam, yaitu Penatarsewu, Banjarpanji, Banjarasri, Kedungbanteng, Kalidawir, Gempolsari, dan Sentul.

"Total per hari ini ada empat puluh sembilan RT di 7 desa yang tergenang banjir dengan ketinggian antara 5 sampai 40 sentimeter," ujarnya.

Ia menjelaskan banjir seperti ini hampir selalu terjadi pada akhir November hingga Desember. Seluruh rumah pompa telah diinstruksikan beroperasi penuh.

"Enam titik pompa sudah kami fungsikan untuk menyedot genangan banjir yang ada di tujuh desa di Tanggulangin ini, untuk membuang air ke sungai-sungai terdekat," jelasnya.

Pengajuan Tambahan Pompa dan Potensi Status Darurat

Sabino menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan tambahan pompa air portable kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo guna mempercepat penyedotan air.

“Sudah kami ajukan permintaan tambahan pompa portable ke Pemkab, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat terealisasi,” ujarnya.

Ia menyebut penanganan masih berlangsung di lapangan. Jika curah hujan meningkat, pihak kecamatan akan mengusulkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penetapan status siaga hingga darurat.

“Posko banjir juga bisa kami buka seperti tahun sebelumnya, tergantung skala kejadiannya,” pungkasnya.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Sidoarjo Keluhkan Solusi yang Tak Kunjung Datang. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang