Lagi Santai Barbecue, Legenda Gagal Manchester City Diciduk Polisi karena Utang Nafkah Anak

Joao Alves
Joao Alves

 Nasib mantan bomber Manchester City dan Everton, Jo, kembali jadi sorotan publik Brasil. Eks striker Timnas Brasil itu kembali ditangkap polisi untuk keempat kalinya gara-gara menunggak nafkah anak hingga mencapai angka mencengangkan £31.500 atau sekitar Rp600 jutaan.

Jo, pemilik nama lengkap Joao Alves de Assis Silva diciduk saat sedang menghadiri sebuah barbecue di Rio de Janeiro, Brasil, Selasa waktu setempat. 

Ironisnya, pria yang dulu dibeli City dengan harga mahal itu kini harus berurusan dengan aparat hanya karena urusan yang seharusnya ia selesaikan sejak lama.

Jo, 38 tahun, pernah berseragam sejumlah klub besar: Manchester City, Everton, CSKA Moscow, hingga Galatasaray. Ia juga merumput di Arab Saudi bersama Al-Shabab sebelum akhirnya pensiun pada 2025. Di level internasional, ia mengoleksi 20 caps bersama Timnas Brasil.

Sayangnya, kehidupan pribadinya jauh dari kata mulus. Masalah utama dalam hidupnya adalah tunggakan nafkah untuk delapan anaknya, enam di antaranya lahir di luar pernikahan.

Menurut laporan media lokal, polisi langsung mengamankan Jo saat ia tengah santai menikmati barbecue di kawasan Barra da Tijuca. Setelah itu, ia dibawa ke kantor polisi 16a DP dan resmi ditahan pada 18 November.

Ini bukan kejadian baru. Tahun lalu, Jo sudah tiga kali ditangkap di Campinas dan Contagem untuk kasus yang sama.

The Mirror menulis bahwa surat penangkapan Jo terkait proses hukum tahun 2024 menyebutkan utang sebesar R$220.744,57, yang setara dengan £31.500.

Meski tim kuasa hukumnya beberapa kali mencoba menggugurkan putusan itu, pihak berwenang menegaskan surat perintah penahanan masih berlaku.

Kasusnya dianggap sensitif karena melibatkan anak di bawah umur, sehingga ditangani melalui pengadilan keluarga.

Salah satu mantan pasangannya, Maiara Quiderolly, pernah melontarkan kritik keras terkait kelakuan Jo. “Aku memilih ayah yang s untuk anakku,” katanya lantang.

“Ia tak pernah membayar tepat waktu. Jumlahnya pun selalu beda-beda. Hal paling dasar saja dia tak bisa lakukan,’ ucapnya dilansir Give me Sport

Bukan cuma kini. Pada 2024, saat Jo masih bermain untuk Amazonas FC, ia pernah ditarik keluar langsung dari bus tim hanya karena menolak membayar nafkah anak. Kejadian itu menjadi salah satu momen paling memalukan dalam kariernya.

Pengacara Jo, Artur Eugenio Matias, mengklaim bahwa utang tersebut sebenarnya sudah dibayar.

“Ada surat penangkapan dari negara bagian Bahia terkait utang kecil. Menurut pengacara yang menangani, utangnya sudah dilunasi,” ujarnya.

Namun hingga kini belum ada kepastian apakah pembayaran itu benar-benar telah dilakukan.

Jo pernah disebut sebagai salah satu transfer paling gagal dalam sejarah Liga Inggris. Dibeli Manchester City era Mark Hughes, ia gagal memenuhi ekspektasi meski sempat dipinjamkan ke Everton. Ia akhirnya kembali ke Brasil dan menghabiskan kariernya di klub-klub Amerika Selatan.