Batu Bata Merah Vs Bata Ringan, Lebih Kuat Mana untuk Bangun Rumah?
Memilih material bangunan adalah salah satu langkah penting dalam membangun rumah.
Setiap bahan akan menentukan seberapa kuat, nyaman, dan tahan lama sebuah hunian dibuat.
Di sisi lain, karakteristik setiap material juga berpengaruh pada proses pengerjaan, efisiensi biaya, serta perawatan jangka panjang.
Karena alasan itulah, pemilik rumah perlu memahami sifat dasar setiap bahan sebelum memutuskan menggunakannya.
Beragam material bangunan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Pemilihan yang tepat dapat membantu menciptakan rumah yang tidak hanya kokoh, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan.
Pertimbangan ini juga berlaku ketika memilih bahan dinding, termasuk opsi yang paling sering dibandingkan masyarakat, yaitu bata merah dan bata ringan.
Kedua material ini memiliki karakter berbeda yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan terbaik.
Apa Itu Batu Bata Merah?
Dosen Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Edy Purwanto menjelaskan, bata merah merupakan suatu unsur bangunan untuk pembuatan konstruksi bangunan.
Bata merah dibuat dari tanah dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain, dibakar cukup tinggi, hingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.
Bata merah memiliki dua jenis ukuran, yakni:
- Panjang 240 mm, lebar 115 mm, dan tebal 52 mm
- Panjang 230 mm, lebar 110 mm, dan tebal 50 mm.
“Batu bata merah harus mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan siku, bidang sisi harus datar, tidak menunjukkan retak-retak dan perubahan bentuk yang berlebihan, tidak mudah hancur atau patah, warna seragam, dan berbunyi nyaring bila dipukul,” ujar Edy kepada Kompas.com, Senin (10/11/2025).
Apa Itu Bata Ringan?
Edy menjelaskan, bata ringan memiliki karakteristik yang ringan, halus, dan mempunyai tingkat kerataan yang baik.
Material tersebut dibuat dari pasir kuarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi) dan mempengaruhi kekerasan beton.
Bata ringan dapat digunakan sebagai pengganti bata supaya lebih ringan. Material ini memiliki ukuran 60 cm x 20 cm x 12 cm.
Kelebihan Bata Merah
Bata merah mempunyai sejumlah keunggulan yang menjadikan bahan ini kerap dipakai untuk membangun dinding rumah.
Bata merah dapat dipasang tanpa memerlukan keterampilan khusus dan ukurannya yang kecil dapat mempermudah proses pengangkutan.
Material ini juga mudah untuk membentuk bidang-bidang berukuran kecil, harganya murah, dan mudah didapatkan.
Dalam penggunaannya, bata merah tidak membutuhkan jenis perekat khusus dan memiliki ketahanan terhadap panas sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap api.
Kelebihan Bata Ringan
Bata ringan memiliki beberapa keunggulan, seperti ukuran serta kualitas yang seragam sehingga mampu menghasilkan dinding dengan tampilan lebih rapi.
Material ini tidak membutuhkan siar yang tebal sehingga penggunaan perekat dapat dihemat.
Bobot bata ringan juga lebih ringan dibandingkan bata biasa yang membuat beban pada struktur menjadi lebih kecil.
Keunggulan lainnya, proses pengangkutan bata ringan lebih mudah dilakukan dan waktu pengerjaannya lebih cepat dibandingkan penggunaan bata konvensional.
Plesteran yang dibutuhkan pun tidak perlu tebal, umumnya hanya sekitar 2,5 cm.
Bata ringan juga bersifat kedap air sehingga peluang terjadinya rembesan menjadi lebih kecil.
Material ini juga memiliki tingkat kekedapan suara yang baik.
Kekuatan tekan yang dimilikinya cukup tinggi dan memiliki ketahanan yang baik terhadap guncangan gempa.
Kekurangan Bata Merah
Bata merah memiliki beberapa kekurangan, salah satunya pasangan material ini sering kali sulit dibuat benar-benar rapi.
Material ini juga menyerap panas saat musim panas dan menyimpan dingin ketika musim hujan sehingga suhu ruangan menjadi sulit stabil.
Kekurangan lainnya, bata merah lebih boros dalam penggunaan material perekat, kualitas yang kurang beragam dan ukuran yang jarang sama membuat waste menjadi lebih banyak.
Bata merah juga butuh plesteran yang cukup tebal untuk membuat dinding yang cukup rata karena sulit mendapatkan pasangan yang rapi.
Selain itu, waktu pemasangan material tersebut lebih lama dan menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan.
Kekurangan Bata Ringan
Sementara itu, bata ringan punya kekurangan tersendiri yang membedakannya dengan bata merah.
Bata ringan membutuhkan perekat khusus yang umumnya semen instan, diperlukan keahlian khusus untuk memasang agar dampaknya tidak terlihat.
Kemudian, bata ringan butuh waktu yang lama untuk benar-benar kering, harga relatif lebih mahal, cukup susah didapatkan, dan penjualannya dalam volume (m3) yang besar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.