Keselamatan Operasional Kapal Tak Lagi Sekadar Inspeksi, Kini Berbasis Risiko

Ilustrasi - kapal nelayan di pelabuhan Idi Aceh Timur.
Ilustrasi - kapal nelayan di pelabuhan Idi Aceh Timur.

 PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) menegaskan, keselamatan pelayaran tidak lagi hanya bergantung pada inspeksi teknis semata, melainkan juga pada kemampuan mengantisipasi risiko sejak awal.

Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana mengungkapkan, melalui penerapan penilaian risiko berbasis digital, proses klasifikasi kapal di Indonesia diarahkan menjadi lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada pencegahan.

“Pendekatan ini memungkinkan evaluasi terhadap potensi bahaya selama masa operasional kapal, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," kata Arief dikutip dari keterangannya, Senin, 17 November 2025.

Dia mengungkapkan, pihakya berperan memastikan setiap kapal memenuhi standar keselamatan dan kelaikan yang berlaku. Salah satu langkahnya adalah memperkenalkan pedoman baru dalam sistem klasifikasi kapal yang ditujukan pada kapal atau bangunan apung yang beroperasi di perairan domestik. 

“Mencakup perairan sungai dan danau, khususnya untuk kapal eksisting atau bangunan sudah jadi, dengan menekankan pada pendekatan berbasis risiko,” tambahnya.

BKI lanjut dia juga menekankan konsep dasar risk assessment atau penilaian risiko dalam konteks keselamatan pelayaran, sekaligus membangun kesamaan persepsi lintas divisi mengenai penerapan klasifikasi kapal berbasis risiko berdasarkan Petunjuk Penilaian Risiko.

Penerapan penilaian risiko tidak hanya memperkuat sistem klasifikasi kapal, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital BKI dalam layanan maritim. Langkah ini sejalan dengan upaya nasional untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing industri pelayaran Indonesia di tingkat global.

Dengan adanya pendekatan ini, BKI berkomitmen untuk mempercepat proses klasifikasi, meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan teknis, serta memperkuat budaya keselamatan di sektor pelayaran nasional.