Gibran Pakai Noken Saat ke Papua, Apa Itu?

noken, noken adalah, Noken, gibran ke papua, Gibran Pakai Noken Saat ke Papua, Apa Itu?

Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka kembali melakukan kunjungan kerja ke Tanah Papua.

Dilansir dari (6/11/2025), kali ini ia mengunjungi Manokwari, Papua Barat, pada 4–5 November 2025. Dalam kunjungannya tersebut, Gibran tampil mengenakan atribut khas Papua, yaitu topi kasuari dan noken.

Sejak turun dari pesawat Kepresidenan pada Selasa (4/11/2025), Gibran dan istrinya, Selvi Ananda, tampak serasi mengenakan pakaian bernuansa adat Papua lengkap dengan noken yang diselempangkan di badan mereka.

Apa itu noken?

Papua dikenal memiliki kekayaan budaya dan kerajinan tangan yang sangat beragam. Salah satu yang paling terkenal adalah noken, tas tradisional yang menjadi simbol penting bagi masyarakat Papua.

Dilansir dari buku Perhiasan Tradisional Indonesia karya Husni dan Siregar, noken adalah tas anyaman yang dibuat dari serat kayu.

noken, noken adalah, Noken, gibran ke papua, Gibran Pakai Noken Saat ke Papua, Apa Itu?

Albertina Giay, perajin noken di Jayapura, Papua, saat memperlihatkan hasil kerajinan tangannya, Kamis (8/8/2024).

Noken biasanya digunakan oleh perempuan Suku Dani, yang mengenakannya dengan cara diselempangkan di kepala atau pundak.

Selain menjadi aksesoris, noken memiliki fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Tas ini digunakan untuk menyimpan dan membawa bahan makanan, serta bisa difungsikan sebagai gendongan bayi.

“Berfungsi untuk menyimpan dan mengangkut bahan makanan, gendongan bayi, juga diyakini sebagai simbol kehidupan dan kesuburan,” tulis Husni dan Siregar.

Bahan dan bentuk noken yang beragam

Setiap daerah di Papua memiliki ciri khas dalam pembuatan noken. Menurut Ryan dalam buku Karakteristik Tumbuhan Bahan Baku dan Pewarna Alami Noken pada Masyarakat Suku Damal, bahan baku pembuatan noken berbeda tergantung daerah asalnya.

Perajin di wilayah pesisir, seperti Raja Ampat, menggunakan bahan dari tumbuhan pesisir sehingga menghasilkan noken berbentuk kotak dengan tekstur kaku dan warna bervariasi.

Sementara di daerah pegunungan seperti Wamena, noken dibuat dari serat kayu atau akar anggrek yang menghasilkan bentuk menyerupai kantung dengan bahan lebih lentur seperti kain.

“Bagi suku-suku di Papua, noken melambangkan kehidupan yang rapi, damai, dan subur,” tulis Ryan, dilansir dari (4/9/2021).

Lambang kedewasaan dan identitas perempuan Papua

Lebih dari sekadar tas, noken memiliki nilai simbolis yang mendalam. Dalam tradisi masyarakat Papua, seorang perempuan dianggap dewasa jika sudah mampu membuat noken. Keahlian ini menjadi salah satu syarat untuk dianggap siap menikah.

Menurut Marit dalam buku Noken dan Perempuan Papua: Analisis Wacana Gender dan Ideologi, noken mengandung makna filosofis yang mencerminkan relasi, kekeluargaan, identitas, perlindungan, ekonomi, hingga kehidupan.

Tradisi membuat noken menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Papua. Diberitakan (25/4/2025), nilai budaya dan filosofi inilah yang membuat noken diakui dunia sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO pada tahun 2012.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.