Honda Buka Peluang Brio Jadi Nama Mobil Listrik Baru
Honda kini tengah menyiapkan dua mobil listrik baru untuk pasar Asia, yaitu Super One dan SUV 0 Alpha.
Kedua model ini merupakan bagian dari rencana Honda untuk menjawab kebutuhan mobil listrik di kawasan dengan pasar yang berkembang, termasuk Indonesia.
Meski tampil dengan desain futuristis, rupanya nama “Super One” belum tentu dipakai untuk versi produksi.
Honda Super-ONE Prototipe siap diproduksi masal, masuk segmen mobil listrik mungil di Jepang, 2026.
Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor (HPM), Shugo Watanabe, mengatakan bahwa penamaan model listrik tersebut masih bersifat konseptual dan bisa berubah tergantung strategi tiap negara.
“Nama Super One sendiri masih konsep. Itu bukan keputusan HPM. Kalau nanti diproduksi di Indonesia, mungkin bisa saja jadi Brio, atau nama lain,” ujar Watanabe di Utsunomiya, Minggu (1/11/2025).
Menurutnya, jika model tersebut ditetapkan sebagai kendaraan global atau strategis untuk kawasan ASEAN, maka setiap negara memiliki kebebasan untuk menentukan nama sendiri.
Ia menambahkan, Honda Jepang cenderung menyukai penamaan dengan awalan “N”, seperti pada N-One, N-Box, atau N-Van.
Namun, gaya penamaan seperti itu dianggap kurang relevan untuk pasar Asia Tenggara.
Honda Super-ONE Prototipe, interior.
“Jepang suka nama dengan awalan ‘N’, tapi di ASEAN nama itu tidak punya nilai,” kata Watanabe.
Meski berada di segmen yang serupa dengan N-One, Super One dikembangkan dengan karakter yang berbeda.
Mobil listrik ini tidak lagi dibatasi oleh regulasi “kei car” seperti di Jepang, sehingga dimensi dan kapasitasnya bisa lebih besar dan lebih fleksibel untuk kebutuhan pasar ASEAN.
“Super One dan N-One segmennya mirip, hanya berbeda regulasi. Di Jepang ada regulasi ‘kei car’ dengan batas dimensi dan kapasitas mesin, tapi di ASEAN kita bisa bikin sedikit lebih besar,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.