Dian Sastro Soroti Fenomena Ageism, Perempuan Bisa Berkarya Tanpa Batas Usia

Dian Sastrowardoyo, Dian Sastro, ageism adalah, fenomena ageism, tantangan fenomena ageism di kalangan perempuan, ageism perempuan, Dian Sastro Soroti Fenomena Ageism, Perempuan Bisa Berkarya Tanpa Batas Usia

Dian Sastrowardoyo menyoroti fenomena ageism atau diskriminasi berdasarkan usia yang masih kerap dialami perempuan di Indonesia. 

Menurutnya, pandangan ini membuat banyak perempuan merasa seolah memiliki batas waktu untuk tampil, berkarya, atau mengembangkan diri.

“Sayangnya di berbagai industri di Indonesia masih terjadi fenomena ageism, itu adalah sebuah paham yang menganggap bahwa kecantikan atau aktualisasi diri perempuan itu bergantung pada usia tertentu,” ujar Dian dalam konferensi pers POND’S Age Miracle Rayakan Puncak Gerakan Melawan Ageism di Jakarta Fashion Week 2026, di Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025).

Pemeran film Ada Apa dengan Cinta? itu menilai, konsep seperti ini sudah tidak relevan lagi pada era saat ini.

Perempuan, menurutnya, justru semakin berdaya ketika diberi ruang untuk berkembang tanpa dibatasi oleh umur.

Ageism bikin perempuan punya deadline untuk aktualisasi diri

Dian menegaskan, paham ageism telah lama membuat perempuan dikotak-kotakkan berdasarkan usia. 

Ia menyebut, ada tekanan sosial yang membuat perempuan merasa harus mencapai sesuatu di usia tertentu.

“Padahal, menurutku paham tersebut sudah enggak bisa lagi perempuan dikotak-kotakan. Kesannya perempuan itu seperti punya deadline untuk mengaktualisasikan diri,” ucap perempuan 43 tahun ini.

Ia mencontohkan, banyak yang masih berpikir bahwa perempuan sebaiknya berfokus mengejar karier atau mencoba hal baru hanya pada masa muda. 

Setelah melewati usia tertentu, mereka dianggap sudah tidak perlu lagi bereksperimen atau berani mengambil langkah baru.

“Perempuan harus push karir, mencoba atau eksplor hal baru itu ada deadline usianya. Jadinya ada anggapan bahwa lebih dari 20 tahun udah enggak coba hal baru lagi,” kata Dian.

Ageism jadi tantangan perempuan muda dan dewasa

Dian Sastrowardoyo, Dian Sastro, ageism adalah, fenomena ageism, tantangan fenomena ageism di kalangan perempuan, ageism perempuan, Dian Sastro Soroti Fenomena Ageism, Perempuan Bisa Berkarya Tanpa Batas Usia

Aktris Dian Sastrowardoyo dalam konferensi pers POND’S Age Miracle Rayakan Puncak Gerakan Melawan Ageism di Jakarta Fashion Week 2026, di Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025).

Tidak hanya bagi perempuan dewasa, menurut Dian, ageism juga dapat terjadi pada mereka yang masih muda. 

Di sisi lain, perempuan muda kerap dianggap belum pantas atau belum waktunya untuk mencoba hal-hal baru.

“Mungkin juga kalau belum cukup umur atau terlalu muda, ada anggapan yang bilang masih terlalu muda dan belum waktunya untuk mencoba,” ujarnya.

Kondisi ini membuat perempuan di berbagai rentang usia menghadapi standar ganda. 

Perempuan muda dianggap belum cukup matang, sedangkan yang lebih dewasa sering dipandang terlambat untuk mengejar sesuatu. 

Padahal, pemeran film Gadis Kretek ini menuturkan, setiap individu memiliki ritme hidup dan waktu yang berbeda-beda.

Dorongan untuk lawan ageism dan rayakan setiap usia

Dian Sastrowardoyo, Dian Sastro, ageism adalah, fenomena ageism, tantangan fenomena ageism di kalangan perempuan, ageism perempuan, Dian Sastro Soroti Fenomena Ageism, Perempuan Bisa Berkarya Tanpa Batas Usia

Aktris Dian Sastrowardoyo dalam konferensi pers POND’S Age Miracle Rayakan Puncak Gerakan Melawan Ageism di Jakarta Fashion Week 2026, di Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025).

Melalui keterlibatannya dalam gerakan melawan ageism, Dian berharap perempuan Indonesia bisa lebih percaya diri dengan dirinya sendiri tanpa terikat oleh angka usia. 

Ia juga mendorong agar masyarakat lebih terbuka terhadap berbagai bentuk kecantikan dan pencapaian perempuan di setiap tahap kehidupan.

“Aku pengin banget setiap perempuan bisa membebaskan diri dari konsep ageism ini. Dengan konsep diri dan rutin merawat diri, perempuan bisa tetap cantik di usia berapa pun,” tuturnya.

Ibu dua anak itu menilai, perawatan diri tidak selalu tentang penampilan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan diri dan kebahagiaan dari dalam. 

Ia percaya bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk merasa berdaya, berani, dan cantik di setiap usia.

Melalui pesan ini, Dian Sastrowardoyo mengajak perempuan Indonesia untuk mendobrak stereotip sosial yang membatasi, dan mulai merayakan diri mereka di setiap fase kehidupan, tanpa rasa takut terhadap usia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.