Sosok Empat Penerbang TNI AU yang Terbangkan Perdana Airbus A400M dari Sevilla-Jakarta
Empat penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) menerbangkan perdana pesawat angkut militer berat Airbus A-400M Atlas dari Sevilla, Spanyol ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat mendarat di Lanud Halim pada Senin pagi, 3 November 2025, melalui penerbangan ferry flight selama dua hari, dari International Training Centre (ITC) Airbus di Sevilla, Spanyol.
Keempat penerbang TNI AU yang melakukan misi penerbangan perdana pesawat angkut terbesar yang pernah dimiliki RI adalah Letkol Pnb Putut Satriya (AAU-2007), Mayor Pnb Riki Sihaloho, Mayor Pnb Fathir M. Hadid, dan Kapten Pnb Indra Kusuma N.
Pesawat Airbus A400M diberangkatkan dari Sevilla pada 1 November 2025 dengan rute: Sevilla - Al Maktoum Int UAE (1 Nov 2025); Al Maktoum Int UAW - KNO Kualanamu Sumut (2 Nov 2025); KNO Kualanamu Sumut (WIMM) - Lanud Halim Perdanakusuma (3 Nov 2025) ETA 00:32 UTC (07:32 WIB).
Pesawat angkut militer TNI AU Airbus A400M mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma
Pelatihan di Spanyol
Keempat penerbang sebelumnya telah mengikuti pelatihan pesawat angkut berat Airbus A-400M di Pusat Pelatihan Internasional (International Training Centre/ITC) milik Airbus di Sevilla, Spanyol sejak 16 Juli hingga 25 Oktober 2025.
Program pelatihan meliputi beberapa fase, mulai dari CBT (Computer-Based Training), dan Flight Training Devices (FTD) sebagai dasar penguasaan sistem pesawat.
Kemudian, para penerbang berlatih menggunakan simulator yang sepenuhnya merepresentasikan kondisi penerbangan nyata pesawat Airbus A-400M, termasuk pengoperasian sistem avionik, manuver penerbangan, dan penanganan kondisi darurat di udara.
Usai menyelesaikan pelatihan FFS di Sevilla, para penerbang melanjutkan fase Mission Planning and Restitution System (MPRS) untuk Type Rating Course di lokasi yang sama pada 17–23 Oktober 2025.
Fase ini, para penerbang secara bergantian melaksanakan fase latihan terbang langsung menggunakan pesawat Airbus A-400M. Pada sesi ini, KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono sempat datang ke Sevillah dan mengikuti joy flight pesawat A400M, sebagai bagian dari commander inspection.
Penerbang TNI AU training opesional Airbus A400M di Sevilla, Spanyol
Setelah itu, program berlanjut ke fase Initial Operation Experience (IOE) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebagai tahap akhir untuk mempersiapkan penerapan langsung di lapangan.
Pelatihan ini bagian dari upaya TNI AU meningkatkan kompetensi awak pesawat dalam pengoperasian Airbus A-400M, sekaligus mendukung prioritas TNI AU dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI telah menandatangani kontrak pemesanan dua pesawat Airbus A400M (konfigurasi multirole), untuk TNI Angkatan Udara dalam konfigurasi multirole tanker dan transport pada pada 12 Desember 2022.
Kontrak ditandatangani di sela-sela acara Dubai Airshow 2021 dan berlaku efektif pada 2022. Kesepakatan mencakup paket dukungan pemeliharaan dan pelatihan yang lengkap, dengan opsi tambahan 4 unit.
Pesawat A400M merupakan airlifter besar pertama yang dimiliki TNI karena mampu mengangkut beban berat, seperti truk bahan bakar berkapasitas 80 ton dan ekskavator.
Selain itu, pesawat ini mampu mengangkut 116 personel dengan peralatan lengkap siap tempur dan juga mampu mengangkut patriot launcher dan hemtt truck, sembilan palet militer beserta 54 personel sekaligus.
Pesawat A400M juga dapat mengangkut barang-barang dan alat logistik yang berat dan berdimensi lebar dan barang untuk pendaratan di berbagai medan. Ruang angkut maksimal pesawat ini dapat menampung beban hingga 37 ton.
Pembelian salah satu pesawat angkut tercanggih di dunia ini menjadi lompatan kemampuan Indonesia untuk memproyeksikan kekuatan, merespons krisis kemanusiaan, dan menopang operasi militer gabungan di seluruh wilayah kepulauan yang luas.